RSS

Dari Admin :)

Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mengirimkan tulisannya agar di share di blog ini #CeritaUntukKamu🙂

Semoga kegiatan yang dilakukan admin @dwitasaridwita bisa bermanfaat untuk teman-teman dan dapat meningkatkan semangat menulis teman-teman🙂

Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

valentine dan JOMBLO NGENES :D

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

”Valentine itu seperti malam minggu, malam yang selalu ada tapi tak pernah aku anggap ada. Malam yang selalu datang setiap minggu tapi tak pernah aku hitung jumlah kedatangannya.”

Oh, jadi hari ini tanggal 14 Februari? Lalu kenapa? HAH? 14 FEBRUARI 2011? Hari ini valentine? Hari kasih sayang? Saat pasangan normal saling berbagi kasih, memberi coklat, pelukan hangat, boneka, dan bunga? Ya, Tuhan, bahkan aku tidak menyadari kalau hari ini tanggal 14 Februari. Pentingkah aku terlalu frustasi memikirkannya? Haruskah aku iri dengan pasangan normal yang memasang wajah bahagia sehat sentosa makmur sejahtera? Ya, mungkin aku harus iri, rumput tetangga sebelah memang lebih hijau daripada rumput di halaman rumahku.

Boleh aku bercerita? Tentang kehidupan jomblo bahagia walaupun setengah menderita. Aku yakin, aku tidak seorang diri, diluar sana, entah pria atau wanita pasti mengalami hal yang serupa. Aku pasti memiliki cinta, merasakan rindu, juga merasakan cenat-cenut layaknya manusia normal yang di mabuk asmara pada seseorang, lawan jenis tentunya. Hanya saja, aku (mungkin) kurang ahli untuk menunjukannya. Aku tidak ahli menunjukan perasaanku dan atas kekuranganku itu, aku harus menjadi jomblo? Aku harus melewati Valentine sendirian? Aku harus membeli coklat sendiri dan memakannya sendiri? Apakah hal itu bodoh? Apakah aku terlihat aneh dimata orang-orang yang memiliki status relationship dan tentu memiliki pasangan?

Tuhan, pantaskah aku menyalahkanMu? Atas statusku yang masih sendiri walaupun aku bosan terus-terusan begini? Hey, aku bosan melihat mereka yang dengan santainya merangkul, memeluk bahkan bergelayut manja dengan pasangannya. Aku lelah melihat mereka yang dengan santai mengatakan pada dunia bahwa mereka memiliki seseorang yang dijadikan kesayangan. Aku frustasi setangah mati saat aku bisa melihat tapi tak dapat melakukannya, walaupun sebenarnya aku bisa, sayangnya, aku harus bergelayut manja dengan siapa? Orang utan yang secara spesial diimpor dari Borneo? Ya, Tuhan, aku setengah gila.

Aku berusaha menikmati status ini sebisa dan semampuku. Lupakan makan malam romantis, cokelat manis dan boneka yang tersenyum bengis. Ya, aku pasti (agak) mampu melewati hari kasih sayang ini, sendirian. Aku pasti (setengah) ikhlas melihat mereka yang bisa merayakan hari kasih sayang bersama seseorang yang begitu mereka cintai. Aku tidak perlu iri, dengki apalagi frustasi. Valentine itu seperti malam minggu, malam yang selalu ada tapi tak pernah aku anggap ada. Malam yang selalu datang setiap minggu tapi tak pernah aku hitung jumlah kedatangannya. Ya, valentine hanyalah momentum, dirayakan syukur, ga dirayakan juga (terpaksa) bersyukur.

Tapi, biar bagaimanapun, aku ingin terlihat normal. Bisa menghabiskan waktu dengan seseorang yang membuat jantungku berdetak dengan hebat. Bisa berbagi cerita dengan seseorang yang namanya selalu ada di setiap bilur vena sampai arteri. Bisa merasakan rindu dengan seseorang yang kujadikan kesayangan. Walaupun mungkin oranglain menilai hidupku normal, tapi aku merasa timpang. Tidak ada seseorang yang melengkapi kekuranganku. Aku ganjil dan tidak ada seseorang yang menggenapiku. Biar bagaimanapun, aku juga manusia normal. Ada usaha untuk berbagi, ada usaha untuk mencintai, sayangnya aku tak tahu kenapa aku tetap saja sendiri.

penulis: @dwitasaridwita

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Berawal dari Sebuah Permen

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Hai, aku Afika. Dari mulai TK sampai Kuliah mulutku ini tidak perna bisa berhenti untuk ngemut  yang namanya permen. Hasilnya gigiku sekarang banyak yang sudah bolong-bolong gara-gara permen tersayang, tapi mau gimana lagi ya, namanya juga sudah kecanduan permen mungkin, mulai dari permen yang dijual di pasar sampai yang ada di mall-mall yang gede itu, aku sudah perna nyobain. Dan hasilnya sama saja, enak banget!!!

Sudah 6 bulan aku duduk dibangku kuliah, dan sama saja kebiasaan ini tak bisa aku hilangin, sampai-sampai temanku dari SMA yang sekarang satu jurusan tapi beda kelas sama aku ngomel kalau aku semakin parah dengan permenku.

“Fik, Fik pantesan banyak sampah dimana-mana, lah si pembuat sampah sekarang ada didepanku”, omel Soni padaku, yang mana notabennya anaknya memang pinter sekali kalau ngomong.

“Yaelah Son, bungkus permen kan tidak begitu terexpose, jadi paling-paling tukang sapu gak kelihatan hihihihih”, jawabku setengah menggoda.

Setelah itu aku nglonyor ke kelas untuk mengikuti kuliah jam ke 9-10. Sampai di kelas keadaan kosong, tidak ada manusia sama sekali. Pertama aku pikir mungkin ruangannya diganti, tapi setelah itu aku buru-buru turun kebawah untuk melihat jadwal kuliahku. Lama aku pandangi itu kertas di dinding, saat mataku sampai dibagian akhir jam, mataku melebar tapi untungnya tidak copot itu bola mata, ternyata jam ke 9-10 itu jam 14.50, padahal sekarang masih jam 13.00.

“Aaahhhhh…..sia-sia, enak tadi tidur dikost daripada siang-siang bolong begini datang ke kampus”, omelku pada diriku sendiri.

Aku lemas, loyo melihat tingkahku yang konyol, dan aku putusin untuk balik ke kost, namun tiba di depan pintu aku lihat Soni lagi ngumpul sama teman cowoknya, mereka itu Gading, Adi sama yang paling manis dan memiliki gigi gingsul itu si Ardika, yang mana Ardika ini cowok yang paling aku kagumi, dan aku bertekat untuk menjadi penggemar nomor 1 selama hidupku, memang terlalu lebay, tapi mau bagaimana lagi, kan sudah jamannya sekarang. Akhirnya aku gabung diantara mereka, ngomong gak jelas arahnya, kemana-mana dan dimana-mana.

“Fik ada permen gak”, tanya Gading padaku.

“Wah, baru saja habis Ding”, jawabku setengah sedih.

“Ni ding, satu saja jangan banyak-banyak”, sahut Soni.

“Wah, bagi-bagi donk Son, jangan pelit dong sama teman sendiri”, Ujar Ardika.

Soni pun membagi permen ke teman-teman termasuk aku. Tapi pas tiba terakhir di aku, aku kebagian permen rasa mint, dan aku gak mau, mau rasa jeruk.

“Son, kok rasa mint, ganti dong yang rasa jeruk”, omelku.

Tanpa basa-basi Ardika langsung menyodorkan permen rasa lemonnya padaku. Aahhh…hatiku rasanya ingin terbang melayang ke udara. Dan tanpa basa-basi aku ambil saja itu permen, aku pikir nanti Dika pasti dikasih lagi sama Soni, namun permennya Soni habis diambil Adi semua. Sungkan juga sih sama Dika, karena aku sudah merebut permennya, tapi sudah terlanjur sih hihihihih. Lagian permen dari tangan Ardika itu beda dari segala permen yang ada di dunia ini, rasanya penuh dengan cinta dan kelembutan hihihihihi.

“Cari makan yuk, lapar aku”, ajak Adi ke semuanya.

“Aku gak ikut ya, mau pulang saja, capek banget aku. Eh..Fik kamu gak pulang ta?”, tanya Dika padaku.

“Iya pulang deh, nebeng ya Dik, aku tunggu disini”, jawabku cuek tapi mau hihihihi

Dika ke parkiran ambil motornya, lama juga aku menunggu di depan gedung I7. Tapi akhirnya nongol juga itu anak. Dijalan kita bicara gak jelas tujuannya, karena gugup kali ya hihihihi. Sumpah senang banget aku kalau tiap hari bisa bareng sama Dika terus, tapi tentunya tidak mungkin. Posisiku sekarang sudah berpacaran dengan seorang cowok selama 5 tahun lebih, dimana aku tidak bisa meninggalkan cowok itu tanpa alasan yang kuat, tapi dilain posisi karisma Ardika begitu hebat mengobrak-abrik perhatianku, andai saja waktu bisa diulang aku tidak akan mau pacaran sebelum aku masuk kuliah, sebelum aku ketemu dengan kau Ardika Galih P.

penulis: @indamooi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Cinta Tak Lebih Dari Sekedar Kata!

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Cinta…Cinta…dan Cinta…
Banyak orang sangat memujanya. Mengorbankan segalanya demi cinta. Apa sih sebenarnya cinta.? Apa bentuknya seperti hati.? Apa warnanya juga merah seperti yang telah ada.? Atau cinta itu suatu yang abstrak dan tak terlukiskan dengan apapun.? Hmhmhm…Entahlah, aku sendiri juga tak tau pasti.
Aku lebih suka mengartikan cinta dalam dimensi kasih sayang. Kasih sayang yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Yang tak terkekang oleh keadaan dan keterbatasan. Yaahhh, cinta itu tak hanya dimiliki oleh dua sejoli yang tengah di mabuk cinta. Cinta itu universal. Dan aku lebih menyukai dengan arti cinta yang seperti itu.
Semua orang pasti merasakan cinta. Cinta dari orang tua, keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang yang berada di sekitar kita. Cinta itu gak slalu identik dengan bahagia. Terkadang kecewa, marah, dan tangis menyertainya. Makanya tak ada cinta yang abadi. Karna arti abadi terlampau sempurna untuk menemani perjalanan cinta.
Cinta itu tak lebih dari sekedar kata. Simbol kasih sayang antar sesama makhluk. Meskipun seperti itu, cinta mempunyai makna yang sangat mendalam. Tergantung darimana kita memaknai dan mengartikan cinta.
Tak perlu menunggu tanggal 14 Februari untuk mengungkapkan cinta. Karna cinta hadir setiap saat, dimana saja, dan kapan saja. Tak terpasung oleh suatu peristiwa. Pandanglah cinta dalam sudut yang luas. Karna itu akan lebih mempunyai arti.
Pada akhirnya, Cinta tak lebih dari sekedar kata!
Kata,
Cinta,
Tak lebih!
penulis: @diantika_
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

dear mr. x

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

dear mr. X🙂
hari ini valentine, hari dimana semua orang berbagi kasih dan cinta,
tapi tanpa kamu aku bingung mau berbagi sama siapa? Sekalipun banyak
mr. X diluar sana yang mau menjadi teman valentine ku, tapi entah
kenapa hatiku tetap memilih kamu. Cokelat ini harus segera berpindah
tangan sebelum semuanya mencari. Tapi kamu sepertinya tidak peduli.

Sebenarnya kita ini sekelas, duduk kitapun sebaris, tapi rasanya
mengucapkan ‘selamat valentine’ untukmu itu susah banget. Mengirim
pesan singkat mudah, tapi ada yang kurang kalau ucapan itu tidak
langsungku sampaikan sama kamu.

Namun sepertinya hari ini dewi fortuna dan dewi amor sedang berpihak
kepadaku. Setelah kata putus itu terucap dari kamu, sekalipun kita tak
pernah bertatap, melirik saja sepertinya sungkan. Tapi baru saja?
Keajaiban datang!. Kau mendekatiku. Memang, kau datang bukan untuk
menghampiriku. Tapi setidaknya? Hei! Kau duduk dekat denganku!. Aku
senang. Tak bisakah kamu lihat? Pupil mataku membesar. Tanganku
dingin. Jantungkupun berdegup tak menentu. Hebat! Dahsyat.

Valentine kali ini memiliki cerita tersendiri. Memang tak semanis
cerita yang lain. Tapi, aku bahagia. Aku merasakan sensasi jatuh cinta
lagi. Aku merasakannya sayang. Apa kamu juga merasakan hal yang sama?
Semoga.

Ini kado terindah. Benar benar indah. Berada disisimu saja itu sudah
sangat cukup. Walaupun kita tidak terlalu dekat, tapi ini kemajuan.
Sebuah perubahan yang sangat drastis.

Terima kasih mr. X. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah
membuat jantungku berdegup lebih cepat. Terima kasih telah membuatku
senyum sumringah sendiri. Terima kasih, sangat terima kasih.

Ini akan menjadi cerita manis yang cukup miris untuk dikenang. Selamat
valentine sayang. Selamat hari kasih sayang.

penulis: @DRJunisaf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Tiara Jadilah Valentine Ku

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Perkenalkan nama ku Tiara,umur ku 18 tahun,  kesibukan ku adalah kuliah, kuliah, kuliah dan kuliah walau sedikit membosankan. Kehidupan ku biasa – biasa saja, seperti gadis normal, aku punya banyak teman, namun satu yang selalu ku spesialkan dia lah wily. Kami saling kenal sejak lama, aku sangat nyaman berbagi cerita dengan nya, dia selalu menyempatkan waktunya walau dia beda ruangan di perkuliahan . Yah itu lah aku dan sahabat ku. Wily seperti setengah jiwa ku, karena dialah yang selalu di sampingku.
Tahun berganti begitu cepatnya, aku pun di sibukan dengan berbagai tugas dari kuliah. Sudah beberapa minggu aku tidak bertemu wily, aku dengar – dengar Wily sibuk dengan kegiatan perkemahan yang diadakan kampus. Biasanya selesai pelajaran aku langsung menghampirinya kemudian kami bertukaran pikiran, dia selalu memperhatikan aku dan aku merasa nyaman didekatnya.
aku sedang melamunkan Wily yang entah kemana dan tidak ada kabar, tiba – tiba lamunan ku buyar saat seseorang masuk ke dalam ruangan kami tanpa permisi.  Dia Wily, orang yang selama ini menghilang tiba – tiba ada tepat di depan ku, aku tidak bisa berkata apa – apa, aku langsung memeluknya dan sedikit memukulnya di dada.
“Kemana aja kamu..??? ”
“Maaf Ra, aku gak sempat kasi kabar, mendadak sekali Ra..”
“Ya Sudahlah Ly, aku ngerti kok..oia yuk ke kantin “
Setelah tiba di kantin kampus, obrolan kami pun berlanjut
“kayak mana kabar mu Ra..??”
“Baik, aku dengar – dengar kamu ikut perkemahan dari kampus ya??”
“iya Ra, kamukan tau aku suka sekali kegiatan seperti itu”
“iya aku tau , kayak mana acara perkemahannya”
“Lumayanlah Ra, tetap aja gak enak kalau ga ada kamu disisi ku”
Yah.. yah  kata – kata itu yang membuat aku terjatuh, aku tak tau apa rasa yang telah merasuki ku. Sekejap aku salalu memikirkannya, Wily yah dia, Dialah yang membuat perasaan ini. Ku namakan perasaan ini dengan Cinta. Namun aku tidak ada keberanian untuk mengungkapkannya. Perasaan ku mulai tumbuh menjadi sesuatu yang aneh. Pikirian ku tak tersisa sedikitpun untuk memikirkan yang lain, aku hanya memikirkannya. Apakah kau juga merasakan hal yang sama??
Pagi cerah itu aku masuk ke ruangan perkulihan. Tepat didepan pintu ruangan ku, Wily nampak sedang menunggu seseorang, namun wajahnya juga sedang melamunkan sesuatu. Tidak biasanya dia seperti itu.
“Hey Ly, apa yang sedang kau lakukan disini??”
“Hey Ra, aku menunggumu, “
“owh, ya tapi aku harus masuk”
“Hari ini Dosen kalian tidak datang, aku tau dari temen satu ruanganmu. Kalau kamu gak ada janji boleh kita bicara berdua sebentar saja”
Jantungku berdetak setelah melihat matanya yang menatap ku, pikiran ku berkata apa yang akan di katakannya?, apa dia merasakan hal yang sama dengan apa yang ku rasakan?, beribu pertanyaan menari – nari di pikiran ku.

“Baiklah, aku lagi gak ada janji”
“Ok Ra, ayo kita ke perpustakaan, disana kayaknya lebih nyaman untuk bicara berdua Ra,”
Yah memang sudah biasa kami kalau ada pembicaraan serius kami ke perpustakan.
Saat itu aku sedang mencari – cari beberapa buka untuk sekedar dibaca sambil menunggu Wily memulai percakapannya.
“Ra, aku mau bilang sesuatu sama mu”

Jantungku berdetak cepat ketika dia memulainya, aku berusaha untuk tidak terlihat panik di depannya.
“iya ada apa Ly”
“Sebenarnya Aku suka sama mu Ra, gak tau kenapa Ra, kamu bukan sekedar  teman di sisiku Ra, selalu lebih dari itu Ra. Aku minta maaf ya Ra, tapi masalahnya aku uda punya pacar”
Aku terdiam saat kalimat terakhir dia ucapkan, dia punya pacar, kapan??, sama siapa?? Itulah yang ku pikirkan saat itu.
“Maafin aku ya Ra, aku gak sempat cerita kalau aku uda punya pacar, pacarku Dinda temen kita juga kamu kenal dia kan??. Sebenarnya aku terpaksa nerimanya karena aku takut nembak kamu Ra”
Mulutku serasa terpaku, aku tidak bisa berkata apa – apa. Kenapa harus Dinda, dia temen kami yang dulu juga punya rasa khusus pada Wily. Dinda perna cerita sama aku tentang perasaannya. Ingin rasanya aku teriak kalau aku juga punya rasa yang sama.
“hmmm Willy, kita uda bersahabat hampir 2 tahun dari bangku SMA, kayak mana bisa kita pacaran Ly, apalagi sekarang kamu uda punya pacar. Jangan sakiti pacarmu Ly, dia gak salah apa- apa”
“Iya Ra, tapi setiap aku bersamanya, aku selalu ingat kamu Ra”
Gak Boleh gitu Ly, kamu yang menerimanya, kamu juga harus bertanggung jawab. Ya sudahlah Ly jangan di pikirkan, oia aku ada janji jam 2 sama Riska, mau kerja kelompok, aku tinggal dulu ya”
Bergegas tanpa mendengarkan kata iya dari Wily aku pergi dari perpustakaan.
Hati ku remuk, itulah kata yang bisa mengambarkan suasana hati ku saat ini. Semuanya telah berakhir, dan inilah saatnya aku harus menjauh dari Wily. Apa salah ku?? Kenapa semua ini harus terjadi??
Beberapa hari ini aku selalu menghindar dari Wily, Willy selalu datang dan menghampiri ku, namun aku selalu punya alasan untuk pergi darinya. Tampak dari wajah Dinda yang sangat bahagia, aku senang dia seperti itu.
Sudah 1 bulan lebih aku tidak bertemu Wily, aku rindu saat – saat bersamanya. Ini bulan Februari, semua sibuk membicarakan valentine, teman – teman ku  mempersiapkan kado, pernak – pernik untuk pasangan mereka. Aku hanya bisa mengelah nafas dan menenangkan diri. Aku lihat Dinda juga sibuk menulis sesuatu, terlihat seperti kartu ucapan, aku tidak berniat untuk mengangunya.
Tepat tanggal 13 – 02 – 2012 pukul  11 malam aku sendiri dirumah ku yang nyaman ini, aku duduk dan menonton Tv, namun semua acara Tv hanya tentang cinta. Kemudian aku bergerak menuju jendela ku yang menghubungkan aku dengan pemandangan bulan yang begitu cantik. Ku tatap bulan yang begitu indah, namun lamunan ku berubah dan aku memikirkan Wily. Wily adalah kenangan terindah ku , dia selalu menemaniku, canda tawa ku adalah dia, jiwa ku adalah dia, namun aku bahagia sekarang dia sudah bisa melupakan aku. Tak kusangkah air mataku jatuh, aku berbisik
“ Dimana kau sekarang Wily” 
terdengar suara halus penuh kasih sayang tapi agak jauh
 “aku disini Ra, di hati mu” , kemudian aku menjawab suara itu
 “Kenapa kau buat aku begini, kau tau aku sangat mencintai mu” kemudian suara tuh kembali terdengar dengan jelas
“aku tau Ra, kamu juga mencinta aku, dan sekaranglah saatnya kita bersama “
Kemudian aku tersentak dan ku lihat ke arah bawah jendela ku, aku lihat dia, Wily yah dia Wily.
Tiba – tiba semua teman – teman ku yang tadi pagi ku lihat sibuk dengan valentine keluar mebawakan lilin , tampak Dinda juga ikut serta disitu.
“Tiara ku sayang, di hari valentine ini aku ingin kamu menjadi valentine ku, aku dan Dinda sudah putus, makanya Dinda juga ikut kesini”
ku lihat wajah Dinda yang terlihat senyum padaku.
“will u be my valentine ?? and I will always love you Ra”
Air mata ku mengalir begitu derasnya, tanpa aku berpikir panjang aku menjawab
“aku mau jadi valentine mu Wily and I will always love you too”

penulis: @PrincessDurge
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Kamu

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Kutulis surat ini untuk kamu. kamu yang dulu selalu aku jadikan tempat mengadu, tempat ku menangis , tempat ku berbagi tawa maupun luka .

Kamu . Seseorang yang tak akan pernah sadar seberapa besar kapasitas dirimu yang selalu singgah di hatiku, meskipun aku tahu kalau aku jauh lebih membutuhkanmu dibanding kamu membutuhkan aku.

Kamu. Apakah kamu masih ingat akan lelucon lelucon yang dulu sering kamu buat untuk menenangkan hatiku yang gundah gulana, resah dan gelisah?

Kamu. Apakah kamu ingat akan waktu yang kita lalui setiap detik, menit, jam , ataupun hari hanya untuk membicarakan hal- hal yang sepele? Hal kecil yang tidak ingin aku lewati sedikit pun saat bersama mu.

Kamu. Apakah masih ada kepingan kepingan kenangan  di hatimu ketika aku menjadikan mu korban atas makanan-makanan yang sering aku buatkan spesial untukmu dulu?

Kamu. Apakah kamu sadar bahwa sejauh apapun kamu melangkah ke arah yang salah maupun sulit dijangkau, aku akan  selalu ada di belakang mu, mengikuti bayanganmu dan memandang punggungmu yang kian menjauh, dan mungkin akan hilang ditelan oleh waktu?

Kamu. Maafkan aku yang telah membuatmu jenuh dengan sikap kekanak-an ku, dan ke-egoisan ku. Asal kamu tahu, aku akan melakukan apapun agar kamu tidak berpaling dariku.

Kamu. Tahukah  kamu tentang kenyataan yang mengisahkan  seorang wanita, yang diharuskan memilih diantara dua pilihan yang berat, yaitu, kekasihnya dan sahabatnya? Ya, dia lebih memilih sahabat nya yang selalu ada untuknya setiap saat, setiap waktu, bahkan di dalam mimpinya.

Kamu. Cerita ini  akan kuanggap sebagai kenangan abadi antara kita berdua. Walaupun aku sadar bahwa kau tak akan memilih ku, sahabat mu yang tidak memiliki kelebihan apapun untuk disandingkan denganmu.

Kamu. Aku tau kenangan ini tidak akan berakhir bahagia. Mengapa? Karena kuyakin, kamu hanya akan memilihnya. Wanita yang bisa mengalihkan dunia mu, hari mu, menginfeksi otakmu, dan menjalar ke seluruh hatimu. Wanita yang bisa membuatmu mengenangnya seumur hidupmu.

Kamu. Sahabatku selamanya. Seandainya kamu akan membenciku, aku lebih memilih kenyataan bahwa kamu melupakan aku selamanya. Namun, apapun yang kamu pilih, kumohon untuk mengingat perkataan wanita yang membutuhkanmu ini.. “you can delete the person you used to live with, but you’ll never forget the memories that they brought to ur life”

Bagiku, kamu adalah sahabatku selamanya, meskipun kamu tidak menganggapku seperti itu.

Sahabatmu
-Dinda Roskiyasa @dindawk

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized