RSS

Dear Kakak Senior

11 Feb

#CeritaUntukKamu 11 Februari 2012

Sungguh,  jangankan minta sebotol minuman,  itu terasa begitu ringan.. bilaa kau minta bulan pun akan kuberikan.. mataharipun akan ku persembahkan
Sudahlah, malam ini aku hanya minta satu.. tolong jangan hinggap di mimpiku.. Aku sudah lelah,
Ya aku sudah sangat lelah!

Aku bukan lelah mencintaimu, tapi aku hanya lelah memikirkanmu.
Setiap saat kau selalu terkurung di otakku,
Mending kau sesuatu yang berguna, atau apalah yang bisa buat aku tertawa, tapi nyatanya?

Ah.. makin hari aku makin gila!

Cinta ini sudah cukup menjadi beban bagiku, beban yang sanggup
menghancurkan saluran pencernaan
Cinta ini sudah cukup membuatku jadi gila, karna aku lupa segalanya

Coretan puisi untuk dia dan untuk dia.. hari ini mungkin aku akan kembali lagi bertemu dengannya lagi.. sebenarnya aku sudah lelah.. lelah untuk melihat wajah manisnya yang tentu saja beserta senyumnya yang membuat takjub siapapun yang melihatnya.. meski bagi sebagian orang mungkin hal itu terlihat bodoh karena mana ada yang gak mau liat wajah yang manis.. tapi menurutku itu terlalu
 tragis, karna mereka semua tak tau bahwa seorang pria bisa buat dunia terbalik dengan mudahnya..

Bukan secepat membalikkan telapak tangan, bahkan secepat mengedipkan mata.. ah kurang cepat, bahkan sebelum kau memikirkan dia, dia sudah siap dengan pedang berbentuk senyuman untuk menghantam sistem saraf diotak sehingga kau bisa kagum,terpaku, terpana atau perasaan apalah itu dan sekaligus berdoa minta kepada tuhan untuk menjadikan pria itu menjadi pasanganmu..

Entah kenapa wajahnya kali itu begitu manis, sangat manis.. anak kelas 2 SMA ini memang kelihatan bukan seperti umur sebayanya.. dan entah kenapa aku ingin melihat sekali lagi wajah.. padahal hampir setiap hari aku melihat wajahnya tapi kali ini aku benar benar ingin melihatnya..
TERKEJUT..
 ketika aku menoleh ke belakang dan mataku menoleh ke arahnya, dia pun melihat mataku.. sesaat kami saling pandang.. dan dunia pun berhenti..       astaga.. aku berfikir setelah hampir setiap hari aku melihatnya aku baru sadar bahwa dia, mempunyai senyum yang sangat manis!! Dan berbohong apabila kau melihatnya dan berkata senyum itu biasa saja..

****

DEG DEG DEG DEG DEG DEG

Aku jatuh cinta.. gawat.. sepertinya virus cinta kali ini sangat banyak, sebab.. aku bener2 gak bisa berhenti mikirin dia tiap harinya, sejak itu aku slalu ngikutin perkembangan dia, makin rajin berangkat sekolah, makin sering makan dikantin, dan melihat dia menendang lingkaran kecil yang disebut “ bola “ , dan aku hanya bisa memendam semuanya.

Ya! hanya sekedar melihat dia dari jauh, diam2.. atau ketika aku lewat dekat kelasnya, aku mengintip dia yang sedang berkonsentrasi dengan mapelnya.. pekerjaan sehari hariku hanya membayangkan dia, gak ada keberanian untuk sekedar menyapa sedikit saja, hingga.. sampai pada akhirnya.. dia tau apa yang aku rasakan, ya dia tau.. dia tau bahkan sebelum mengenalku, sebelum dia tau aku.

Terkadang  aku selalu mencuri pandangan dan detik itu juga dia tengah tersenyum.. mungkin bagi dia senyum hanya sebatas senyum yang melengkungkan bibir ke atas dan itu gak berarti apa2.tapi untukku senyum itu berarti..sangaat berarti  pernah suatu saat aku melihat dia tertawa, tawanya lucu sekali  senyumnya buatku kadang terbangun ketika tengah malam, lalu melamun hingga saat subuh tiba, terlalu berlebihan mungkin.. tapi yah emang itu yang selalu aku rasakan.

Aku tahu betul bahwa tipenya dia itu high class, cewek cantik, lesung pipit, manis dan berbibir merah. dari situ aku berpikiran..  ya cowok cakep pasti mau depetincewek yang sepadan. cowok pinter setidaknya gak mau dapet cewek yang tolol.. dari situ aku tertekan dan tertekan karena aku merasa ga seLevel dengannya. Oh God he is very perfect..and me? So bad  

Kulihat dia di depan kelasnya, seperti biasa selalu tersenyum indah yang bisa buat dunia terbalik dengan mudahnya. waktu terasa berhenti ketika melihatnya walau jauh, dan otak langsung mengirim perintah ke bibir untuk segera tersenyum walau ia takkan membalasnya.senyuman miris karna sebenarnya otak bagian lain mengisyaratkan untuk berhenti berharap.

“sudahlah, pria seganteng dia ga mungkin berada di pelukanmu
tidak.. aku mau dia.. aku mencintainya!
trus apa modalmu?
setidaknya aku punya harapan!”
harapan kosong
diam kau”


Seperti ada sesuatu yang berperang dalam diriku.. yah itu otak kecil dan perasaanku..


***


waktu terus berlalu dan matahari mulai terlihat menyembunyikan sinarnya dan hilang,gelap, entah karna dia lelah harus bersinar atau butuh istirahat untuk bersinar esok lagi atau apalah pertanya2an tentang sinar matahari yang hilang mulai terabaikan sesaat sebelum melihat sosoknya masuk melalui pintu itu, pintu yang dikhususkan untuk pemain futsal.. hari itu, masih kuingat dengan jelas, sosok seniorku yang tiba2 entah kenapa selalu menghampiri mimpi2ku.. melihat dengan jelas bagaimana dia menendang bola dengan lihainya merupakan sebuah pemandangan yang indah, tidak!! Tapi sangat indah.. tatapanku sesungguhnya bukan padabolanya, melainkan tatapanku pada wajahnya..

aku lalu berjalan ke arah pintu keluar stadion itu dan tiba2 aku berpapasan dengan Kak Dhana yang memang duduk didekat pintu itu! dia diam.. mukanya dingin, tak memancarkan rasa apapun.. tak senyum, bahkan mungkin Kak Dhana menganggap ku hanya sebagai angin lalu.lalu setelah aku berjalan beberapa langkah, aku tengok ke belakang, berharap dia juga menengok balik.. seperti kisah didalam FTV yang sering aku lihat.
satu detik..
dua detik..
tiga detik..
empat detik.. aku semakin panik..
dan akhirnya pun dia melirik!

tapi dia tidak tersenyum, tidak pula menampakkan muka marah.. hanya tatapan dingin dan kosong entah apa yang ada dipikirannya pada saat itu.. lalu aku berjalan lebih cepat.. aku berfikir kembali ke stadion saja? ataukah diam karena aku tau kalau kembali nantinya malah salah tingkah.. hatiku tertekan , sangat tertekan.
ke
mbali? pergi ? kembalipergi?
aku siap melangkah 
untuk kembali, tapi otak memilih langkah lain dan bersikap wajar.. andai aku kembali ketempat itu, apa yang harus aku lakukankan? diam? itu akan menjadi beban.. dan malah membuat keadaan menjadi suram.

****


Aku ingin selalu dekat dengannya, memandang wajahnya, melihatnya senyumnya.. dan walaupun aku harus menunggu sampai pukul  07.10  WIB setiap harinya, lalu melihat dia masuk gerbang sekolah.. walau hanya melihat sekilas saja aku rela.. dan biarpun harus kutukar dengan apa yang kupunya, akan ku tukar semuanya!

tapi itu hanya sebuah harapan kosong, benar kata otak kecilku waktu dulu, dia cuma harapan.. ahh.. aku tidak bisa menggambarkan perasaanku, air mata tak cukup untuk melukiskan kesedihan, dan keluhan tak cukup untuk menyembunyikan keputusasaan dan kekecewaan.

kini semuanya hanya asa dan angan, dia mungkin telah tau aku memendam rasa padanya, dan pasti dia akan menjauh, pergi, dan hilang.

****

Aku duduk terpaku di kursi ruang tamu, sambil termenung, termangu.. aku hanya berfikir, kenapa susah sekali mengungkapkan sebuah perasaan yang suci? perasaan seorang hawa yang mencintai adam? perasaan seorang wanita yang butuh akan kasih sayang seorang priaahh aku bimbang, aku terpaku dalam sebuah keadaan yang begitu sulit untuk dimengerti.


Aku ingat ketika suatu hari ada seorang temanku yang berkata bahwa sesungguhnya cinta itu janganlah kau kejar, karena cinta yang kau kejar adalah cinta yang tak murni. Cinta sejati adalah cinta yang tak perlu memiliki, tapi hanya perlu dipahami.

Kurasakan ku jatuh cinta
Sejak pertama berjumpa
Senyumanmu yang selalu menghiasi hariku
Kau ciptaan
Nya yang terindah
Yang menghanyutkan hatiku
Semua telah terjadi
Aku tak bisa berhenti memikirkanmu
Dan ku harapkan engkau tau


aneh
tapi betul betul nyata

penulis:

@LintangPtw

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2012 in #CeritaUntukKamu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: