RSS

My First Love

11 Feb

#CeritaUntukKamu 11 Februari 2012

Sejak awal aku melihatnya, aku sudah sangat jatuh cinta. Atau lebih dari cinta. Karena yang aku rasakan sekarang padanya bukan cinta biasa. Apalagi ketika semua mimpiku menjadi nyata. Ketika dia menjadi milikku. Selalu bersama ku, menyayangi ku dan selalu ada untukku. Cinta itu semakin tumbuh padanya, rasa sayang ku sangat membara padanya. Namun ketika semua takdir Tuhan harus terjadi, dia meninggalkanku. Dia memutuskan untuk berpisah denganku. Karena dia ingin mengejar cita – citanya, dan ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Dia pernah berjanji sesuatu padaku. Dan sampai sekarangpun dia masih memegang janjinya itu.

Namun sekarang aku telah bersama lelaki lain. Lelaki itu adalah sahabat dari dia yang aku cintai. Aku tidak terlalu cinta padanya, karena sejujurnya di hati ini hanya ada satu nama yaitu dia yang pernah mencintai ku, dia yang berjanji padaku, dia yang sangat aku sayangi. Sungguh sejujurnya hati ini masih mengharap kan dia, berharap dia akan kembali suatu hari nanti, kembali dengan membawa cintanya untukku. Ya memang hanya beberapa persen peluang yang akan terjadi untuk hal itu. Tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Aku hanya bisa berharap dan berdoa pada Tuhan supaya suatu hari nanti aku bisa kembali bersama dia.

Jika aku bertemu dengan dia, hati ini terasa bergetar, berdetak cepat, sesak dan pedih. Entah kenapa ketika ku melihat sorot matanya, matanya  seakan – akan bicara padaku, seperti meyakinkan aku, bahwa dia akan kembali padaku suatu hari nanti, dan matanya seperti memberi jawaban dan berkata “ tunggu aku” mungkin itu hanya firasat ku saja,  atau hanya sekedar ingin ku tapi itu seperti nyata rasanya. “ Tuhan aku hanya ingin dia kembali padaku, kembali bersamaku “ hanya itu yang bisa ku ucap dalam hati ketika aku melihat dia.

Diawali dari masa-masa pendekatan dengannya sangat menenangkan. Terutama ketika aku memberi sebatang coklat padanya, dan dia mengucapkan terima kasih padaku dengan berbisik ke telinga kanan ku. Aku sangat ingat kejadian itu. Semua masa pendekatan dengannya begitu indah bagiku, sangat indah dan berkesan.

Tepatnya tanggal 22 November 2010 hari jadi ku dengannya. Menurut ku tanggal itu sangat unik, bahkan sangat indah. Di tambah lagi angka 2 memang angka kesukaan ku. Saat itu aku sangat senang. Mulai di hari itu aku selalu bersama dengannya, menjalin kasih cinta dengannya, berbagi suka cita padanya.

Sembilan belas hari berlalu, penyakit ku mulai kambuh, dan ini pasti terjadi setiap aku menjalin suatu hubungan. Yaitu penyakit kebosanan ku. Penyakit kebosanan ku datang dan mempengaruhiku. Pikiran ku di penuhi oleh pikiran negative, dan menjurus pada perpisahan. Dan keesokan harinya, tepatnya 20 hari aku berhubungan dengannya, aku memutuskan hubungan ku dengannya. Itulah bodohnya diriku saat itu. Ke egoisan ku datang. Aku memaksa, dan  terpaksa berbohong padanya, agar aku bisa putus dengannya. Sedangkan dia terus tidak mau berpisah denganku, dia meminta agar aku tidak meninggalkannya. Namun apa daya, saat itu kebodohanku memang sedang menjadi. Dan akhirnya, aku dan dia pun berpisah.

Satu hari, dua hari, tiga hari, sampai empat hari kemudian rasa penyesalan ku datang. Aku menyesal meninggalkannya, aku sudah membohongi hatiku. Akal pikiranku mengalahkan suara hatiku. Namun sekarang aku inginkan dia kembali, sangat ingin. Dan keesokan harinya, ternyata dia meminta hubungan kita kembali, dia meminta ku kembali untuk bersamanya. Aku pun tak  menolaknya, karena sejujurnya hatiku sangat menginginkannya. Akhirnya kitapun kembali menjalin hubungan. Karena aku tidak mau mengulangi kesalahanku yang baru saja terjadi, aku berusaha untuk lebih memahaminya, mencari jalan pikirannya, berusaha mengerti dia.

Tapi ketika aku mulai mencintai nya, ketika aku ingin mengerti dia. Lima hari setelah kami kembali, dia memilih untuk menyudahi hubungan kami. Dia bilang, bahwa dia akan fokus pendidikan terlebih dahulu, dia berkata akan membahagiakan orangtuanya terlebih dahulu, dan dia berjanji padaku bahwa “Aku tidak akan pacaran dengan siapapun dulu, aku janji! “. Aku memegang janji itu. Dan dia pun menepatinya sampai sekarang.

Karena saat itu aku kesal, aku kesal karena mengapa ketika aku mulai mencintai nya dan dia meninggalkanku. Saat itu aku pernah mengejek nya, bahkan memberi nama panggilan ejekan untuknya. Namun semua itu, akibat rasa sayang ku yang terlalu lebih padanya, karena aku tidak mau kehilangan nya. Namun ketika aku merenung, aku berfikir bahwa apa yang aku lakukan itu salah. Aku menyesal telah mengejekknya. Namun sepertinya dia tidak terlalu peduli dengan ejekan ku itu.

Sejak saat itu aku mulai kehilangan komunikasi dengannya, dia tidak pernah lagi berbicara padaku, membalas SMS ku, membalas chat dan lain sebagainya pun jarang, pernah namun hanya beberapa kali, sedangkan aku sering mengirimnya. Aku berfikir “ Tuhan, aku salah apa padanya? “. Apakah ini karena ejekan ku. Atau mungkin dia memang sudah tak mau mengenal aku, dan melupakan ku? Entah lah sampai sekarang pun aku tidak tau sebabnya.

Karena aku sangat mencintai nya, beberapa bulan kemudian aku mencoba mengajak dia untuk kembali. Namun tidak bicara langsung, melainkan melalui teman – temanku. Dua kali aku mengajaknya, dan dua kali pula dia berkata “ Tidak “. Itu sangat menyakitkan bagiku. Sangat membuat ku terpuruk pada saat itu. Terutama kenangan – kenangan bersamanya yang selalu menghantui ku.

Sejak saat itu aku sering sekali menangis. Menangis terisak, menjerit dalam hati. Aku menangis seperti melihat seseorang yang telah mati. Ya, memang mati. Namun bukan orang, melainkan hubungan ku dengannya yang mati. Aku sangat sedih, bahkan terpuruk dan aku sering jatuh sakit. Apalagi ketika mendengar dia dekat dengan perempuan lain. Demi Tuhan, hati ini sangat sakit. Dan aku pun memutuskan untuk mencoba melupakan nya, dan mencari lelaki lain.

Ternyata berhasil, namun butuh waktu yang cukup lama yaitu satu tahun lamanya. Tetapi ternyata aku hanya melupakan nya dalam fikiranku, karena di hatiku masih ada dia, masih ada namanya, bahkan namanya sudah tersimpan di lubuk hati paling dalam. Tidak ada yang bisa menggeser kan, atau menggantikannya. Sekalipun aku bersama lelaki lain, tetapi hati, cinta dan sayang ku hanya untuknya. Sungguh aku sayang padanya, sangat mencintai nya. Dia adalah my first love. Satu tahun dua bulan aku mencintai nya, aku menyayanginya.

Tuhan hanya satu pintaku padamu, jika memang dia jodohku tolong sampaikan kita pada lembar yang sama. Per temukan kami lagi, satukan kami lagi. Karena aku akan menyayangi nya sepenuh hati dan se tulus jiwa, sampai akhir hayat ku.

cerita menarik ini dibuat oleh: @shantyfauziani

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2012 in #CeritaUntukKamu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: