RSS

Tuhan.. aku laki-laki, dan aku mengalah :)

11 Feb

#CeritaUntukKamu 11 Februari 2012

Tepat hari ini, 18 Oktober 2011. Tak terasa sudah genap 6 bulan aku menjalani hubungan dengannya. Ya, dengan kekasihku tentunya. Dia Refy, Refyanti Prameswari. Dia adalah teman satu sekolahku. Dia gadis yang nyaris sempurna, rambutnya tergerai panjang sampai bahu, senyumnya menarik, cantik. Aku mencintainya, amat sangat mencintainya. Tahukah kalian? Untuk hubungan se-belia kami, aku beruntung. Orang tua Refy telah memberiku kepercayaan menjaganya, aku dan Refy baru menginjak kelas 11 SMA. Meskipun kelihatannya kami masih dapat dibilang remaja labil, tapi aku percaya betul kalau 100% rasa sayangku untuknya dapat dipertanggung jawabkan.

Aku tahu betul apa yang kalian fikirkan, mungkin sekarang kalian sedang bertanya “apakah aku gila? Mengumbar cinta yang seharusnya dipertanyakan” atau mungkin “aku terlalu bocah untuk mengerti makna cinta yang sesungguhnya. Cinta yang sungguh-sungguh, main-main, atau bahkan hanya nafsu belaka” tapi kalian salah, aku laki-laki. Aku sadar betul atas apa yang aku ucapkan, bahkan aku sadar betul apa arti tanggung jawab.

Layaknya pasangan remaja pada umumnya, aku menjalani hubungan dengan Refy dengan penuh pengorbanan. Rasa sayangku padanya telah melebihi dosis nya, aku terlampau mencintai segala kelebihan dan kekurangannya. Apa yang kalian fikirkan sekarang? Apakah menurut kalian, aku setia? Jawabannya ya! Lebih tepatnya adalah, aku terlalu setia. Meskipun sedikit-sedikit aku berhubungan via pesan singkat dengan gadis lain, tapi itu masih dalam porsinya. Hanya say hallo atau teman sms-an kalau Refy sedang sibuk saja, tak pernah macam-macam. Ya, lagi-lagi karna aku sadar bahwa aku memiliki Refy. Kini, apa kesimpulan kalian atas keadaan hubunganku dengannya? Apakah kalian berfikir “hubunganku layaknya Romeo dan Juliet yang saling mencintai”, “hubunganku dengan Refy adalah hubungan sepasang kekasih seperti dalam dongeng, saling mencintai dan berakhir bahagia” atau bahkan kalian berfikir “hubunganku dan Refy tak dapat dipisahkan oleh apapun karna kekuatan cinta kami yang begitu kuat” apakah itu semua ada dalam fikiran kalian sekarang? Jika ya, kalian semua salah. Itu terlampau berlebihan. Hubunganku dan Refy tak seperti yang kalian bayangkan. Meskipun setiaku menyayangi Refy melebihi batas, apakah kalian tau bagaimana sesungguhnya hubungan kami? Jawabannya adalah ‘BURUK’, aku tahu pasti kalian heran mendengar pengakuanku, bagaimana bisa? Yang biasanya hubungan akan baik-baik saja selama perempuan mendapatkan laki-laki dengan tipe se-setiaku, malah lebih buruk dari hubungan seorang playboy dan kekasihnya.

“pagi sayaang :* happy anniversary 6th month. Everlasting honey, and keep romantic. Amiiin :)” 05:02 SEND!

“pagi jugaa. Happy anniversary too” lagi-lagi singkat, padat.

Anniversary yang tidak spesial, dan mungkin tak akan pernah spesial. Kalian tahu, betapa bodohnya aku mencintai dia? Kalian tau betapa aku mengutuk diriku sendiri karna telah jauh menyayanginya, dan tak rela melepaskannya? Aku merasa bodoh kali ini. Aku berulang kali dikhianati olehnya, aku diam. Berulang kali dibohongi, aku diam. Berulang kali dimaki, aku diam. Berulang kali disakiti, aku diam. Berulang kali dikecewakan, aku tetap diam. Sampai kapanpun aku hanya bisa diam, sabar, lagi-lagi karna aku mencintainya.

Kadang aku bertanya pada Tuhan, mengapa tuhan memberikan perasaan peka ini kepadaku. Banyak yang bilang kalau, sebagai laki-laki aku beruntung memiliki perasaan peka ini, perasaan yang selalu aku mainkan dalam peran kehidupan percintaan aku dengannya. Perasaan yang selalu ada mengiringiku dan membuat aku lemah karna mencintainya. Perasaan ini adalah kelebihan terbaik untukku dari Tuhan. Tapi sesungguhnya, aku benci memilikinya. Perasaan ini cengeng, perasaan ini membuat aku lemah, perasaan ini yang selalu membuat air mataku menetes.

“kamu kemana kemarin?” aku mengawali pembicaraan

“ga kemana-mana, memangnya aku kemana?” jawabnya datar

“terus kenapa sms aku jarang kamu bales?”

“gapapa, males aja”

“kamu gapunya cowo lagi kan?”

“engga, emang nya kenapa?”

“terus farid? Ada yang bilang sama aku kalau kamu pacaran lagi sama dia?”

“engga, aku cuma deket doang sama dia”

Kalian tahu? Aku tidak pernah melarang dia dekat dengan siapapun, aku hanya ingin tahu dia dekat dengan siapa, aku tidak ingin dia dekat dengan laki-laki yang buruk. Apa aku salah? Apa aku terlalu mengekang dia? Dia selalu bilang “kamu posesif, kamu terlalu banyak ngatur, aku gasuka!” ya Tuhaaan, apa aku salah mencemaskannya? Apa aku salah  memperlakukan dia seperti ini? Aku terlampau sabar menghadapi sikapnya, meskipun batin ini terus meronta memohon agar luka ini segera dibalut, tapi aku tetap tidak tahu apa yang mesti aku lakukan. Aku tidak pernah mengekang dia, aku selalu sabar meskipun dia yang salah. Apa aku masih dalam posisi salah?!

“aku sayang sama kamu fy”

“iya”

“kamu sayang sama aku kan?”

“ya, semoga aja”

“ya Tuhan. Apa kamu tulus? Apa ga ada jawaban lain buat ngegambarin sayangnya kamu ke aku?”

“jadi kamu maunya gimana? Mau supaya aku bilang kalau aku sayang banget sama kamu, aku gamau kehilangan kamu. Gitu? Itu yang kamu mau? Lebay!”

Aku meringis  dalam hati, kenapa sekeras ini. Kenapa sifat nya gampang sekali berubah-ubah. Kadang kala dia lebih manis dibanding siapapun, dia juga pernah berkata “aku sayang kamu di, aku takut kehilangan kamu, aku sekarang sadar.. you are the only one :)” tapi hanya berlangsung sebulan setelah dia berkata itu, dia berubah lagi.

“aku minta break”

“maksud kamu apa? Hari ini kita anniv kan?” aku meringis membaca pesan itu

“iya tau, aku minta break”

Padahal hari ini aku anniv, setengah tahun bareng dia. Kurang cukup dia ubah status relationship di acc facebook nya? Dia single bukan? Apa aku masih dianggap? Entahlah. Hampir tiap malam aku berdo’a “ya Tuhan,jika memang aku lemah. Jangan buat aku menunjukkan kelemahanku di depan dia. Jika memang aku rapuh, tolong bantu aku menunjukkan bahwa aku kuat. Jika memang aku cengeng, bantu aku menunjukkan bahwa aku lebih dari sekedar tegar. Aku tahu aku laki-laki, tak seharusnya aku begini. Tapi apakah aku salah, apakah aku berdosa jika aku menangis? Aku pun punya perasaan, aku punya air mata. Ya Tuhaan, jika memang ini jalan yang terbaik untuk kehidupanku, tolong bantu aku untuk ikhlas menerima semuanya, bantu aku untuk kuat menghadapinya. Aku hancur tanpanya”

“aku masih kamu anggap apa?”

“pacar”

“tapi kenapa kamu malah jalan sama orang lain, kamu ngajak break, kamu smsan sama orang lain?”

“bukannya waktu aku masih sama pacar aku dulu, aku juga gitu kan ke kamu, aku jalan sama kamu, waktu dulu. Waktu pacar aku sakit. Dan kamu mau? Pacar aku juga biasa aja kan”

Ya Tuhan apa semua ini karma? Tapi karma ini terlalu sakit.

“tapi apa aku juga harus dapetin hal yang sama kaya pacar kamu dulu? Apa kamu gamau berubah demi aku?”

“buat apa? Gaperlu. Toh kita juga masih berhubungan. Kalau aku butuh kamu juga aku kabarin”

Dia tidak pernah menghargai semua pengorbananku. Ya Tuhan, apa kesalahanku? Apa aku kurang ibadah?  Aku tahu ini yang terbaik, tapi aku mohon Tuhan, aku mohon tak sesakit ini. Aku menyerah, kini aku serahkan semuanya kepadamu. Aku ikuti semua kemauannya, semua permainannya. Aku belajar banyak hal, aku harusnya sadar bahwa masih banyak orang yang menginginkan aku bahagia. Aku harus belajar berjalan tanpa pegangan dari dia, jika satu saat aku berpisah dengannya, kedua kakiku telah mampu menjadi tumpuan dan menemaniku berjalan mengikuti alur kehidupan :’)

Yuana Gita Yanuari – @agitayuana

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2012 in #CeritaUntukKamu

 

One response to “Tuhan.. aku laki-laki, dan aku mengalah :)

  1. Adhitya

    Februari 11, 2012 at 11:36 am

    Sambunganya mana?
    Ceritanya bagus banget, tapi kenapa nggk ending?😦

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: