RSS

bantu aku tepati janjiku

12 Feb

#CeritaUntukKamu 12 Februari 2012

maaf ya sbelumnya kalo ceritaku jelek😀 masih pemula. Gini, aku mau cerita tentang pengalamanku waktu SMP :’) langsung aja ya. Aku punya adik kelas-setingkat dibawahku sebut aja namanya rizki. Aku tuh akrab banget ma dia dan udah aku anggap adikku kandungku sendiri, ditambah lagi pas smp kami sekolah diasramakan dan gak tinggal bareng orangtua dan adik kandungku sendiri. Awal mula aku deket ma dia karena organisasi pramuka dan OSIS. Kebetulan kami sama sama pinru (pemimpin regu) untuk putra dan putri. Awalnya aku hanya mengenalnya sbgai adik kelas biasa hingga kami ikut perkemahan. Diperkemahan inilah kami menjadi akrab dan keakraban kami berlanjut hingga kembali kesekolah. Aku suka dengan gayanya. Dia supel, gokil, humoris, dsb. Bertolak belakang banget denganku yg cenderung menutup diri dari orang yg kurang kukenal. Setiap kami bertemu rizki selalu menyapaku🙂 “hai kakak” ya! Aku tahu dia menganggapku hanya sebagai kakaknya saja karena dia memang
tidak mempunyai kakak kandung. Bisa dibilang aku tahu luar dalam dari adikku ini, hobinya bernyanyi, orangtuanya yang bercerai, warna favoritnya hingga semua wanita yg slama ini dekat dengannya. Aku memang orang yg tidak suka menceritakan kehidupan pribadiku kepada orang lain kecuali mereka bertanya sehingga teman-temanku tidak tahu akan kedekatanku dengan rizki. Yg mereka tahu hanyalah bahwa aku satu organisasi dengannya. Kedekatanku dengan rizki sudah berlangsung beberapa bulan sejak oktober 2010 hingga januari 2011. Hingga suatu hari, ketika aku sedang berbincang bincang dengan temanku di asrama, salah satu temanku bernama sari tiba tiba saja masuk dan membanting pintu disusul dengan beberapa temanku yg lain, kiki, bia, fitya, tina dan yg lainnya. Tentu sja aku terkejut bukan main dan bertanya “ada apa ini?” “tanya saja tuh sama rizki yg sok ganteng dan sok cool itu” sari berkata dengan ketus. Deg! Ada apa dengan rizki? Mengapa temanku bisa semarah
ini? Setelah kupaksa akhirnya fitya dan bia menceritakan semuanya. Ternyata tadi teman temanku dari koprasi siswa dan mereka melihat kamera k’ima-penjaga koprasi menganggur di meja. langsung saja hasrat berfoto mereka tidak tertahankan. Tiba tiba rizki masuk ke koprasi dan melihat teman temanku disana. Aku tau rizki tidak menyikai cewek yang pecicilan dan banyak gaya. Langsung saja dia mengeluarkan komentar komentar pedasnya melihat temanku yg sedang berfoto sambil memasang gaya alay. Mendengar hal itu tentu sja teman temanku tersinggung dan segera meninggalkan koprasi. “dy, nggak usah deket deket deh ama yg namanya rizki itu, blagu banget tau gak sih. Nanti kamu ikut ikut dikatain lagi sma dia” sari kembali angkat bicara. Aku mencoba tenang menghadapi teman temanku. “kok ngomong itu ke aku sih?” “gak, kan dia anak osis jg, sma kyak kmu” “tapi menurutku dia baik kok” “kamu tuh belain dia apa temen kamu sendiri sih?”ku pun berkata meski berat “ya pilih
temen lah” “yaudah, oya kalo kmu ktmu sama anak blagu itu sampain salam aku ya. Salam benci 100x” aku tergelak. tak menyangka sari akan berkata seperti itu. harus kuakui rizki memang kadang tak bisa mengontrol ucapannya tapi aku tak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Keesokan harinya aku bertemu dengan rizki di sekolah “de, ntar jangan langsung balik ya. Ada rapat diruang osis” “oke deh kaka cantik” aku tersenyum mendengar kata katanya barusan🙂 dan seperti biasa, dia selalu bersikap baik didepanku.
“lho? Yg lain mana ka? kirain aku udah telat” itu yg pertama kali rizki katakan ketika tiba diruang osis dan tidak menemukan siapapun kecuali aku. Ya! Aku berbohong. “maaf de, kaka bohong. sebenarnya ada yg pengen kaka omongin sama kamu” “oh, pasti penting banget sampe ajak aku kesini. ada apa ka?” “ini tentang masalah kamu sama temen aku de” “jangan bilang kaka juga mau nyalahin aku kayak yg lain” “gak kok de, kaka tau kamu kayak gimana, tpi kok kamu ngatain mereka ampe segitunya?” “aaah, kaka gak ada ngerti ngertinya sama sekali” “bukannya gi…” belum sempat kumenyelesaikan kalimatku, rizki sudah berlalu dan membanting pintu yg membuatku sedikit terperanjat. Tanpa sadar setetes air mata membasahi pipiku yg segera kuhapus. Aku pun segera kembali ke asrama sebelum para pembina mencariku.

Hari ini libur, kami tidak sekolah. Ku dan teman temanku memutuskan untuk jalan ke mall untuk membeli bebrapa perlengkapan dan sekedar melepas penat. Minggu pagi seperti ini biasanya rizki sedang berada di lapangan bersama teman temannya bermain sepak bola. Dan benar saja, ketika kami melintas di lapangan, dia ada disana tapi dia tidak bermain dan hanya diam dipinggir lapangan memperhatikan teman temannya. tanpa senyum dia hanya melirikki sejenak dgn ekor matanya dan kembali lagi memandang ke lapangan. Jleg! Ini pertama kalinya dia bersikap seperti ini padaku. seperti tersimpan dendam disana. tapi, mungkin karena aku sedang bersama teman temanku. baiklah, aku maklum.

Sudah 3minggu aku tidak bertegur sapa dengannya. Dia berpurapura seolah tak pernah mengenalku. Bahkan menyapaku pun ia tak pernah lagi. ia terkesan menghindar ketika aku ingin menghampirinya, meski saat itu aku sedang tidak bersama dengan teman temanku. apa ia masih marah? dasar kekanak kanakan! Aku mulai kesal dengan sikapnya. tapi meski begitu tak bisa kupungkiri bahwa aku rindu suaranya saat menyapaku, memanggil namaku, sentuhannya di pundakku, saat ia bernyanyi meski suaranya tak semerdu greyson chance tapi aku merindukan semua itu. saat saat dimana kami saling mengejek satu sama lain, saat membicarakan hal hal ringan seperti musik, pelajarannya hari ini, guruku yg menyebalkan, adik kelas yg ditaksirnya, atau bahkan para cowok yg sering menitipkan salam padaku lewat dirinya. Tapi sesungguhnya entah mengapa aku merasa ingin lebih dari sekedar kakak yg perhatian untuknya. Meski kucoba berkali kali kutepis perasaan ini tapi semakin menjadi. Masih segar
di ingatanku ketika ia sakit dan aku sangat panik. Ibu dan ayahnya berpisah dan berada diluar kota. Dia diasuh oleh tantenya, tapi tantenya saat itu jg sedang merawat pamannya rizki yg jg sdang sakit. terpaksa beliau menitipkan rizki padaku. aku senantiasa mengingatkan teman temannya untuk mengantarkan makanan pada rizki krn aku tidak diizinkan untuk berkunjung ke asrama putra. aku mencucikan pakaiannya, menyetrikanya dan kembali menitipkannya pada temannya agar diberikan pada rizki. Aku rindu padanya!

Suatu ketika dikelas, kebetulan kelasku berseberangan dengan kelas rizki yg berada diseberang lapangan. Saat itu, pelajaran sedang kosong dan aku sedang menyalin catatan yg belum kulengkapi sedangkan teman temanku sedang berada diteras, seperti biasa, mereka membicarakn kakak2 kelas yang cakep. Krena sekolahku sekolah swasta sehingga kami tinggal sekompleks dengan SMA. Sehingga meski kami sudah kelas 3smp, masih ada senior yg bisa dikeceengin u,u. Entah ada angin apa, tiba tiba temanku nyeletuk “eh, si rizki cakep juga yah” jleb! hampir saja permen karet dimulutku tertelan. kiki melanjutkan pembicaraannya “yah, walaupun sedikit blagu tapi itu bikin dia makin cool” “iya, asik juga tuh dijadiin brondong” temanku yg lain menimpali. mereka tertawa cekikikan didepan kelas tanpa sdar bahwa aku beram dengan ucapan mereka barusan. Dulu mereka membenci adikku setengah mati, dan sekarang mereka malah beralih menjadi penggemar setianya. Mereka yang telah membuat
hubunganku dengan rizki berantakan. aku Kesal dengan mereka!

Kekesalanku bertambah ketika salah satu temanku-kiki mengaku bahwa rizki sering menyapanya memanggilnya kakak, dsb. mereka akrab! Dengan sumringah kiki selalu menceritakan apapun tentang dirinya dan rizki. entah mengapa dalam hati aku merasa marah “hey, kau menggantikan posisiku” ucapku dalam hati. tapi aku belum yakin sepenuhnya tentang hal itu, aku mengira kiki hanya terlalu GR DEngan sikap rizki yg memang baik pada siapapun dan dia mengada ngada! Sampai suatu hari…

“hai ka dyah…” hey, rizki menyapaku setelah sekian lama kami tak berbicara. “hey de” entah apa yang kurasakan saat ini, senang! sangat! semangatku terasa bangkit kembali
“ka kiki mana ka?” deg! DIa nyari kiki. TERNyata benar slama ini. aku yang terlalu naif menganggap semuanya baik baik saja. dia sudah punya penggantiku yg lebih baik😥
“hello.. ka dyah? Ka kiki mana?”
“eh, ada kok de’ di asrama, mang ada apa?”
“hehehe” aku rindu cengirannya yg khas ini🙂 “gak kenapa napa kok kak, tolong sampaiin ke ka kiki ya ka, aku tunggu janjinya ;)” janji apa ya? “iya de, nanti kakak sampaiin”
Aku pun segera kembali ke asrama dan menyampaikan pesan rizki pada kiki. sejenak pipinya tampak merona. ada apa? “hehe dia minta ku buat jadi orang pertama yang ucapin happy birthday buat dia nanti” jleb. “oh,” hanya itu kata yang keluar dari mulutku. iya, ini sudah bulan februari dan tanggal19 nanti dia berulang tahun. 3hari lagi!

AKU Sadar rizki sudah menemukan orang yg ia rasa cocok dengannya. bukan lagi denganku. TAPI Ingin rasanya aku berteriak ditelinga kiki “EH, ASAL LO TAU YA, GUE YANG KENAL DAN AKRAB DULUANN MA RIZKI, BAHKAN GUE YANG NGENALIN DIA KE LO,TAPI LO KOK NGGAK SADAR SIH ATO LO EMANG NGGAK PUNYA HATI? GUE BENCI LIAT LO BARENG RIZKI. BIAR KATA GUE KELIATAN BIASA AJA, GUE TUH NGGAK RELA! GAK RELA BANGET+ you GOT IT!” emang sih kedengeran jahat tapi sungguh itu yang aku rasain dalam hati :””( sakit banget!

Aku berusaha relain semua itu dan memfokuskan diriku pada hal lain, dan beruntung UAN berhasil membantuku.

Berbulan bulan aku tidak berinteraksi dengan rizki dan sepertinya kiki juga lebih fokus pada ujian. aku sedikit lega🙂 hingga akhirnya tibalah waktu graduation…

Tiba tiba entah ada angin apa, rizki membawaku ke gedung sekolah. KEbetulan saat itu gedung sedang sepi karena semua siswa dan guru sedang sibuk di aula untuk persiapan acara utama.
“ada apa de?” tanpa menjawab pertanyaanku dia langsung bertanya balik padaku “kaka lanjut sma-nya disini juga kan?” dia bertanya sambil menatap mataku lekat lekat. begitu polos ia bertanya padaku dan kurasa aku tak sanggup untuk menjawab pertanyaan itu “biarpun nanti kakak nggak lanjut disini, tapi kakak tetap ada dihati kamu” “itu artinya nggak kan?” dia menunduk. aku tak tahu apa yg harus kulakukan. aku ingin memeluknya tapi aku tau aku bukan siapa siapa. dia menangis. “ih, cowok kok nangis sih? Cengeng amat,, nanti ada yang liat dikatain banci loh” aku berusaha membuat joke diamtara kami agar awkward moment ini segera berakhir. “biarin, cowok juga manusia kali” “iya, sayang” “dyah, kabulin permintaan terakhir aku ya?” aku tersenyum. dia merengkuhku dalam peluknya. aku menangis, bahagia!

Acara kelulusan berlangsung penuh haru, harus berpisah dengan semua ini. para guru, sekolah, putih biru, bolos kecil, dimarahi dan dihukum bersama teman teman dan semua kenangan indah yang takkan pernah kulupa seumur hidup. TERUTAMA RIZKI🙂 makasih atas semua kenangan  ini. HARI Itu, aku langsung dijemput kedua ortuku dan aku akan melanjutkan sma diluar kota. aku berjanji pada rizki bahwa aku akan sering sering mengunjunginya disini.

Sekaranh sudah bulan februari, selama ini aku masih sering sms-an dengan pacarku itu😉 tapi aku belum bisa menepati janjiku. Terakhirkali aku ke sekolah lamaku hanya untuk mengambil dan mengesahkan ijazah smp ku. miNggu lalu dia mengirim pesan singkat padaku “dy, gapapa kamu nggak pernah datang kesini, tapi harapn terbesarku, kamu datang ya tgl.19 nanti. I MISS YOU” aku tak berani membalas pesannya. aku takut tak bisa menepati janjiku ‘lagi’…

penulis: @dyahugs_ makasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: