RSS

Kepada kekasihku yang belum pernah kudengar suaranya

12 Feb
#CeritaUntukKamu 12 Februari 2012

Bandung, 12 Februari 2012

Kepada Kekasihku yang belum pernah kudengar suaranya,

Kemarin adalah tepat 4 bulan kamu meninggalkan dunia yang penuh ujian. “Dunia yang tak adil dan kelam” katamu dulu.

Sejenak aku ingin mengingat masalalu-ku ketika Tuhan membiarkan kamu hadir mewarnai disetiap hari-hariku.

Facebook, 2 Juni 2011

Ketika semua berawal dan kaulah yang memulai.

Ketika akun facebook-mu mulai sering muncul di akun profile facebook-ku dan aku tak tahu mengapa aku-pun melakukan hal yang sama denganmu, sering muncul di profile facebook-mu padahal sebelumnya kami tidak saling tidak mengenal.

Tapi setelah mengenalmu, dan semakin mengenalmu, semakin indah hari-hariku.

Kau tahu? Kamu adalah orang ketiga setelah Tuhan dan Ibu-ku yang mampu mengerti keadaan fisik dan batinku. Sedang saat itu status kami hanya teman facebook yang baru beberapa minggu berkenalan. Baru kali ini aku mengenal pria sebaik kamu.

Dan kamu harus tahu juga, kamu adalah satu-satunya orang dalam hidupku yang mau bercerita ngalor-ngidul denganku, mau jadi pendengar yang baik ketika aku butuh seseorang untuk meluapkan segala perasaanku, mampu membuatku tersenyum senang dalam situasi apapun, berani mengomentariku ketika aku berkata salah atau ketika aku mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya, mampu memberikanku motivasi dan sugesti positive sehingga aku selalu berfikir sebelum bertindak serta orang yang selalu mengingatkan aku terhadap Tuhan.

Dan ada satu hal yang membuat aku kagum padamu.

Kamu adalah satu-satunya anak urakan, nakal, brandalan yang memiliki memiliki gaya dan perilaku keras namun  berkepribadian sangat lembut, bahkan lebih lembut dari Ibu-ku.

Mungkin 2 bulan kemudian setelah aku mengenalmu, aku sangat terkejut ketika ternyata kamu mempunyai perasaan yang sama denganku, kamu menyatakan cinta padaku.

Aku tolak dengan alasan belum kenal dekat. Kedua kalinya kamu menyatakan cinta padaku, aku tetap menolak dengan alasan tidak ingin berpacaran dulu. Ketiga kalinya aku tetap menolak dengan alasan lebih nyaman menganggapmu sebagai kakak.

Aku memang belajar munafik saat itu, karena aku sadar aku tak pantas untukmu. Kita berbeda 3 tahun dalam masalah umur. Kamu banyak yang menyayangi sedangkan aku sering terasingkan. Kamu pintar dan menjadi kebanggan semua guru-guru sekolahmu, orang tuamu dan teman-temanmu. Sedangkan aku, aku tidak terlalu dibutuhkan.

Satu hal lagi yang bertolak belakang, kamu adalah anak urakan yang jujur dan berhati lembut. Sedangkan aku, hanya wanita bermasalalu kelam yang kini tidak berperasaan.

Saat keempat kalinya kamu menyatakan cinta padaku, namun ku tolak dan esoknya aku telah memiliki kekasih,

“Jangankan ke 2 ke 100 saja aku ridho. Tapi percuma jika kamu tidak sayang kepada saya. Cinta bertepuk sebelah tangan menyakitkan bukan?”

Kau renggut senyuman dariku!”

Tak perlu meminta maafJika semua masalah bisa diselesaikan dengan kata maaf mungkin manusia harus menuhankan kata maaf itu sendiri !”

Sendiri dalam hening malam dan ditemani dengan sebotol alkohol ku nikmati hidup ini meski yang terlihat hanya hitam dan putih. Jiwa yang seharusnya tegar pun kini terkecoh dengan sedikit kenikmatan dunia. Hitam tetaplah hitam dan takkan pernah ada putih didalamnya karena Ia senantiasa menemani setiap jiwa yang kelam. Maaf kawan-kawan seperjalananku, hari ini kutenggak sebotol alkohol dan kembali menjadi jiwa bodoh yang tak tahu makna hidup ini”

kau boleh menyebutku seorang pengecut karena hanya karena cinta aku lari dari kenyataan dengan menenggak alkohol dan obat-obatan. I’m Stupid!

Thank you girl karena telah membuat saya frustasi !

Aku ingat dan bisa merasakan betapa ‘stres-nya’ kamu saat itu sehingga kembali menenggak minuman beralkohol, melupakan Tuhan, meninggalkan rumah dan berdiam diri ditempat yang menurutnya ‘sunyi dan indah tanpa ada gangguan’

Tak lama, kamu membuat aku berhenti mencemaskanmu dan kembali pada Tuhan.

“Segala memang rahasia, segala memang tanda tanya, jawab hanya terminal perhentian sementara namun cemburu senantiasa indah memulangkan lukaku kembali kerumah sajadah”

ketika kelima, keenam dan entah sampai berapa kali kamu mencoba untuk menyatakan perasaanmu padaku, tetap kutolak.

Sampai akhirnya, kesekian kalinya kamu memaksa dan terjalinlah status ‘berpacaran’ antara kami.

Kamu pernah menuliskan: “Saya sumpahnya belum pernah sayang ke wanita sampai seperti ini, kebanyakan hanya sebatas bercanda dan nafsu. Kasih sayang yang sekarang beda dengan yang dulu yang hanya sekedar ‘bullshit’ yang keluar dari mulut saya. This is my way, I Love my way. Yang sedang saya jalani pahit manisnya saya terima!

Semoga dengan adanya cerita yang berjalan ini, saya yang dahulunya pecundang bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Thank’s for you girl! semoga kamu membaca ini”

Dan aku pernah menuliskan: “Aku tidak peduli soal cinta. Karena, kamu tahu kasih sayang? Meskipun tanpa cinta tapi aku sayang sama kamu karena yang namanya cinta itu cepat pudar dan sekilas berubah jadi benci

Bandung, 11 Oktober 2011

Kenyataan takdir Tuhan yang pahit harus kuterima. Tuhan menjemputnya.

Ia meninggal. Yah, baru 9 hari kami berpacaran tapi Tuhan telah mengambilnya kembali.

Aku menyesal, mengapa tidak dari dulu aku menerimanya sebagai kekasih?

Aku menyesal mengapa aku selalu menolak ketika Ia ingin bertemu, sekarang aku belum pernah bertemu dengannya, belum pernah mendengar suaranya, intonasi cara bicaranya.

Tapi aku bahagia karena telah menjadi yang terkahir dihidupnya. Semoga kau pun tak pernah menyesal menjadikan aku sebagai yang terkahir dikehidupanmu.

Kepada kekasih sejatiku yang sampai saat ini belum pernah ku tatap matanya, istirahatlah dengan tenang didunia indah sana. Semoga Tuhan menjaga dan melindungimu dengan penuh kasih sayang.

I Miss You 

Penulis: @RKNuri

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: