RSS

Sandiwara Dibalik Kebutaanku.

12 Feb

#CeritaUntukKamu 12 Februari 2012

Pagi itu seharusnya aku menuruti apa yang mama katakan , tapi aku malah pergi beginilah aku sekarang berdiam diri di kamar sendirian .

Semenjak kecelakaan yang membuat ku buta itu aku tidak bisa melakukan aktiftasku , aku tidak masuk sekolah beberapa bulan ini , sebenarnya dokter pernah bilang bahwa aku bisa di operasi tapi aku belum siap.

Awalnya mamaku hanya meninggalkan ku di rumah bersama pembantu kami tapi semakin hari barang yang aku pecahkan semakin banyak membuat mamaku khawatir dan mencarikan ku seorang perawat tapi dia pergi setelah melihat pacarnya menciumku.

Hari itu hari libur pembantu kami izin pulang kampung, kakak pergi bersama teman mamaku mengunjungi temannya, aku di tinggal di rumah bersama perawat ia menceritakan banyak cerita lucu , meskipun aku tidak tahu secantik apa dia tapi aku yakin pasti seperti Suzy miss A *artis korea* dan sebaik mamaku . Lalu akhir-akhir ini ia menceritakan soal pacarnya dan ia berjanji akan mengenalkannya padaku , tapi hari itu ketika ia mengenalkannya padaku terjadi salah paham , ia mengira pacarnya berselingkuh denganku , akhirnya dia memutuskan untuk tidak merawatku lagi dan aku sendirian lagi.

Dua bulan sudah aku sendirian , setiap ada tamu aku selalu di masukkan ke kamar karena takut aku memecahkan barang di depan tamu.

Tapi hari itu aku benar-benar kesepian ketika terdengar ada suara orang lain di rumahku dan sepertinya itu temen kakak ku aku mencoba keluar dan berhati-hati.

Perlahan aku melangkahkan kaki dan menggerak-gerakkan tongkatku

“ Amaan.. “ kataku , aku sudah sampai di depan pintu kamar , aku merasa sangat lega dan aku mulai melangkahkan kaki ku lagi.

“ Cemplang !!“ seperti suara kaca jatuh.

“ Ya Allah “ aku segera mencari barang yang jatuh itu , lalu memungutnya .

“ Aw sakit , sepertinya aku tertusuk kaca aku bodoh “ disitu lah aku merasa menyesal keluar dari kamar dan melukai diriku, tapi tiba-tiba

“ Kau tidak apa-apa? Sini aku bantu “ sepertinya itu suara laki-laki dan ia sepertinya sangat baik.

Beberapa menit setelah itu  terdengar suara kaki mendekat ke arah kami dan itu kakak ku.

“ Mina kamu kenapa keluar? Ya ampun kan kakak sudah bilang jangan keluar , sini kakak bantu kamu ke kamar , pelan-pelan ya “ kak Riko menuntunku ke kamar, dia kakak ku satu-satunya dan sekarang sudah kuliah.

Setelah selesai membantuku ia keluar dan sepertinya membereskan kaca tadi

“ Adik lo Ko? “ tanya temen kakak ku.

“ Iya dia buta karena kecelakaan di gang depan dan pelakunya melarikan diri “ ujar kakak ku

Mendengar hal itu aku langsung merasa sedih , aku jadi ingat kejadian pagi itu dan aku masih ingat terakhir kali aku bisa melihat aku melihat wajah orang yang menabrakku dengan mobilnya tapi hebatnya mobilnya baik-baik saja sedangkan aku dan mobil ku? Hmmm.

Entah mengapa akhir-akhir ini aku jadi sering mendengar suara temen kakak ku itu dirumah atau mungkin mereka sedang mengerjakan makalah , biasalah anak kuliahan.

Tapi malam ini tiba-tiba kakak ku datang dan ia berbisik padaku.

“ Temenku itu seperti nya suka padamu “

“ Ahahahaha “ mendengar hal itu aku tertawa geli karena mana ada yang mau sama orang buta.

“ Ia meminta izin pada mama untuk menjaga mu , katanya sekalian penelitian soalnya dia jurusan kedokteran gitu “

“ Hm? Temen SMA kakak ya? “

“ Iya , tapi dia jarang kesini dan ia bertemu denganmu baru kemarin pas kamu jatuhin vas bunga “

“ Ooooh iyadeh “

Mendengar hal itu aku sangat senang sekali , masih ada juga yang mau menemani orang buta ini.

Keesokan harinya teman kakak ku itu benar-benar datang setelah ia kuliah , ia menemaniku. Lalu kami berkenalan.

“ Aku Ali , setelah tau cerita kakakmu itu aku jadi ingin menemanimu aku ingin ber…. “ tiba-tiba saja ia diam

“ Hmmm kenapa? “

“ Rambutmu masuk kemulut , nah sudah , aku ingin bersimpati yah seperti itu “

“ Kau baik sekali , tapi aku ini merepotkan aku sering.. “

“ Ia aku tau memecahkan barang kan? Tenang saja aku akan mencegahmu “

“ Terimakasih “ wajahku langsung memerah sepertinya.

“ Hmm ayo jalan kau pasti suntuk disini terus “

“ Tapi aku… “ tiba-tiba ia langsung menggendongku dan memasukkan ku ke mobilnya soalnya setelah aku meraba-raba sepertinya aku duduk di kursi mobil.

Setiap hari ia mengajakku jalan-jalan kadang-kadang naik mobil kadang-kadang jalan di sekeliling rumah. Semenjak itu aku tidak merasa kesepian lagi.

Tapi ia hanya bisa menemaniku setiap sore soalnya ia kuliah di pagi hari dan kalau lagi gak ada jadwal kuliah paginya ia buat mengerjakan tugas , katanya sih begitu makanya ia selalu datang sore.

Tapi selama ini aku belum pernah mendengarnya menceritakan soal seorang gadis dan kakak ku bilang Ali itu belum mau mikirin soal cewek apalagi setelah diputusin dan dipermaluin sama mantannya dulu di SMA , ia kapok pacaran.

Karena aku sudah menganggapnya teman , aku berani menceritakan banyak hal padanya termasuk setiap aku tertidur dan terus bermimpi tentang si pelaku itu , di mimpiku awalnya ia cuek tapi setelah akhir-akhir ini aku melihat nya sedih dan meminta maaf terus padaku , tapi tanggapan Ali biasanya hanyalah “ Oh begitu mungkin ia menyesal “ atau “ Oh hmm jangan di bayangkan lagi kamu harus ikhlas dan memaafkannya “ atau hanya “ Oh hmm “.

Tapi beda lagi jawabannya ketika aku menceritakan soal operasi mata , ia seperti mendukung banget “ Iya kamu harus berani lagian operasinya sama dokter handal pasti kamu bisa melihat lagi “ dengan nada semangat.

Ia selalu memberi ku suport dan menenangkan ku ketika aku menangis karena menyesali hari itu.

Malam itu aku gak tau hari apa tapi kata Ali itu malam minggu dan ia mengajak ku dinner , aku gak tau mau pakai baju apa dandan pun gak bisa . Akhirnya mamaku mendadani ku , sepertinya aku terlihat cantik malam itu apalagi Ali bilang dia gugup .

“ Kamu pasti juga ganteng malam ini mungkin kayak Shah rukan *aktor india* “ ujarku

“ Hahahaha “ ia tertawa sangat puas.

“ Hehehe kakak ku hebat ya punya temen seganteng kamu padahal dia jelek huu “ ejekku

“ Nggak kok dia ganteng sekarang , makanya kamu operasi biar bisa lihat kegantengannya “

“ Hahaha setelah aku operasi orang pertama yang ingin aku lihat adalah Ali “ ujarku

“ Ohok ohok ehem mmm “ sepertinya ia tersedak.

“ Kenapa ? Ali gak apa-apa kan? “ karena panik aku berusaha mendekatinya tapi aku malah menarik taplak di meja dan membuat semua makanan jatuh “ Asssh aku menjatuhkan apa? “

“ Hmm bukan kau yang menjatuhkan , tadi aku yang mendorongnya , emm pelayan semua nya jadi berapa? “ sambil menepuk-nepuk tangannya.

“ Waah jatuh gini , ditambah biaya ganti rugi jadi dua ratus lima puluh ribu lima ratus “ ujar pelayan itu.

Setelah itu ia mengajakku ke taman di depan rumahku , lalu kami duduk di ayunan.

“ Padahal cuman makan ice cream gara-gara aku tarik.. “

“ Aku yang mendorongnya , kau hanya tidak melihat “

“ Bagaimana cara melihatnya? Aku kan buta “ kataku sambil mengecilkan suaraku lalu aku menunduk .

“ Ah.. aku tidak bermaksud maaf ya? “ ia merangkulku.

“ I..iya , ketika aku di operasi nanti aku akan mencari orang itu , tapi apa sekarang ada yang mau mendonorkan matanya untukku ? “

“ Hmm pasti ada “ ujarnya sambil terus memelukku dengan erat dari nadanya sepertinya dia agak sedih tapi entah mengapa.

Aku pernah bertanya padanya tentang keluarganya dan ia bilang , disini ia hanya tinggal dengan pamannya soalnya orang tuanya ada di Inggris berarti dia bule-bule gimana gitu ya? Hmm sayangnya aku buta.

Dua hari sudah setelah malam minggu itu Ali tidak datang untuk menemaniku kakak bilang sekarang ia sedang ujian , apalagi jurusannya kedokteran pasti sangat susah dan harus belajar terus. Ia bilang bahwa ia kepingin jadi spesialis mata.

Sorenya tiba-tiba mama berkata padaku “ Sayang pendonornya sudah datang , dia sudah ada dirumah sakit ayo segera kesana “ mendengar hal itu aku langsung bersemangat , sekarang aku udah optimis banget mau melihat dunia dan apalagi aku ingin tahu Ali seperti apa wujudnya.

Aku , mama dan kakak segera pergi ke rumah sakit , ketika menunggu aku mengobrol bersama kakak sambil menunggu hasil tes kesehatan pendonorku dan di samping kakak ada pendonornya.

“ Halo kau yakin akan mendonorkan matamu? “ tanyaku tapi tidak ada jawaban , mungkin aku menghadap kedinding jadi gak di jawab , tiba-tiba kakakku mendekat dan berbisik.

“ Dia bisu , dia hanya ingin membantu keluarganya karena lagi krisis ekonomi “

“ Ooo , eh kak kok Ali gak datang sih? Aku butuh dia buat nyemangatin aku “

“ Hmmm di.. diaaa lagi ada ujian “

“ Oooh iya “ kataku lemas.

Beberapa menit kemudian aku di panggil oleh dokter dan operasi pun berjalan . Setelah beberapa jam operasi selesai dan perban dimataku mulai di buka , perlahan-perlahan dan ketika aku membuka mata.

“ Bagaimana keadaanmu? “ tanya dokter.

“ Hmmm “ aku memejamkan mataku lagi lalu membukanya , tiba-tiba aku mengeluarkan air mata “ Mana Ali? Aku ingin melihatnya ? “ ujarku. Selama operasi berlangsung aku terus membayangkan wajahnya dan sekarang aku benar-benar ingin melihatnya .

“ Hmmm dia sudah bisa melihat “ setelah itu dokter memindahkan ku ke ruang pasien.

Ketika sedang berada disana aku sendirian menonton TV lalu kakak ku datang.

“ Hmm kakak sendirian? Ali mana? “ tanyaku.

“ Ali? Emm anu.. di..diaa “ kakaku menjawab dengan suara gugup “ Hmm ikut aku “ .

Lalu kakakku mengantarku ke ruangan pasien yang lain , tiba-tiba ketika di depan ruang itu aku mendengar suara mamaku.

“ Sebenarnya kamu gak perlu ngelakuin sejauh ini , terimakasih ya “

Setelah itu aku segera masuk dan….

“ Mama ngapain disi.. KAU!! “ itu adalah penabrak yang melarikan diri “ Mama dia ini orang yang menabrak ku dasar kau gak tau diri!!! “ aku memukuli nya.

“ Sudah sayang sudah “ tapi mamaku dan “ MINA! Cukup! “ kakak ku berusaha menghalangiku entah mengapa dan aku gak sengaja mendorong mamaku sampai terduduk di kursi , barulah kakak ku mengatakannya “ DIA ITU ALI! “ aku langsung terdiam .

Pantas saja dari tadi aku memukulinya tapi ia tidak membalas , ia hanya diam dan menahan pukulanku. Lalu aku jadi teringat semuanya , kenapa setiap aku menceritakan semuanya tentang si penjahat suara Ali jadi lemas dan menjawab secukupnya , lalu ketika aku bilang orang pertama yang ingin aku lihat ketika sembuh adalah Ali dia langsung tersedak . Dia ini kenapa menipu ku?.

“ Ali bukan penipu dia temanku , Ali temanku bukan penabrak ini bukan bukan dia bukaaaaaaan “

“ Sayang maafkan mama , waktu itu dia datang dan memohon pada mama untuk memaafkannya dan ia berjanji akan berusaha menyemangatimu dan menyembuhkanmu , dan ini terbukti dia memang baik hanya saja waktu itu ia lalai “ ujar mamaku sambil terus menenangkanku.

“ Lalu apakah dia teman kakak? “

“ Hmmm bukan , waktu itu aku hanya berbohong maafkan kakak , dia datang dan mengaku padaku aku sudah memukulnya babak belur lalu dia tetap memohon jadi aku bawa dia ke mama “

“ Jadi semuanya ini bohong , apa yang Ali katakan semuanya… “

“ Nggak , soal keluargaku dan aku disini tinggal dengan paman itu benar , soal sewaktu di SMA aku dipermalukan itu benar aku pernah cerita pada Riko, satu lagi aku menyayangimu , aku benar-benar minta maaf “

“ Ke…kenapa? “

“ Kenapa apanya? “

“ Ke..kenapa kau? “ aku mendekatinya dan mengayun-ayun kan telapak tanganku di hadapannya “ Ah… “ aku terkejut , aku baru sadar “ Ka…kau pendonor itu? “

“ Hehe iya , aku sudah bilang pasti ada pendonornya kan? Selamat melihat dunia Mian , selamat ya “ ia tersenyum tapi tatapannya kedepan terus padahal aku disampingnya.

Sejak saat itulah aku sering menemaninya di rumah paman , dia gak mau di operasi dulu setidaknya tunggu beberapa bulan biar sama seperti ku , dia bilang asalkan aku ada di sampingnya dunia yang ia lihat sekarang itu bukanlah gelap melainkan berwarna. Walaupun ia tidak melihatku tapi ia merasakan keberadaanku , ia bertanggung jawab sekali . Dan aku rasa aku sangat menyukainya.

THE END

 

Penulis: @Franiahrani

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: