RSS

seperti inikah dinamika cinta?

12 Feb

#CeritaUntukKamu 12 Februari 2012

2 minggu sudah perkenalan antara aku dan dia. Siapa sangka setelah perkenalan yang begitu aneh itu, aku merasakan apa yang dulu hilang karena seseorang yang telah pergi dan tak meninggalkan pesan itu sekarang kembali lagi. Ya, dia selalu bisa membuatku tertawa akan tindakan konyolmu itu. Terkadang ketika jemari mengetik “ya” saat dia mengirimkan pesan singkat “hey J.” Dia selalu punya segudang cara untuk menghiburku. Misal: “kok kayaknya dingin gitu balesnya :D” dengan spontanpun badmood seharian karena sekolah hilang, ya itu karena dia😀 . Dan perasaan yang sebelumnya hanya “sayang karena teman” sekarang jadi “sayang yang melebihi kata teman.” Suatu hari dimana malam itu yang masih aku ingat sampai detik ini dia berkata “kamu mau gak jadi pacar aku? :D” dia dengan mudahnya mengucapkan kalimat indah itu. Karena memang perasaanku melebihi rasa sayang terhadap teman akupun menjawab “iya aku mau J.” Langitpun semakin gelap bulanpun semakin cantik memancarkan cahayanya yang redup, malam itu bumi pun seolah ikut senang dengan adanya kata “kami” diantara “aku dan dia.”


Setelah 1 bulan lebih , kami menjalani semuanya. Entah kenapa rasanya ada yang beda. Aku tak lagi mendengar kata-kata manis dari mulutnya. Aku seperti angin yang tak sengaja lewat dikehidupannya. Apa karna dia sudah mulai bosan denganku? Entahlah aku tak tau apa yang ada dipikirannya. Setelah memberanikan diri untuk bertanya padanya “syg, kamu kok beda ya sekarang?”. Dia hanya diam sambil menatap mataku dalam-dalam. 3 menit berlalu sudah, dia masih saja memandang dan menatapku. Setelah menunggu lama akhirnya aku lihat dia mulai berusaha membuka mulutnya dan berkata “syg, aku ngerasa saat kita mulai pacaran, ada yang beda aja aku bingung jelasinnya. Tidak kalo kamu kira ada orang ketiga dalam hubungan kita.” Lalu dia diam akupun juga diam , rasanya pengen teriak kenceeeng banget perasaanku saat itu juga ancur lebur. Aku masih terdiam tak lama kemudian aku meneteskan air mata tanda aku sudah tidak kuat dengan semua ini, dia hanya melihatku. “kita cukup sampe disini aja ya, buat apa kita pertahanin hubungan ini kalo kamu udah ngerasa beda dari awal? Aku seneng kamu mau jujur, tapi kenapa kamu membiarkan aku masuk lebih dalam kehidupanmu? Seharusnya kamu mengatakannya sejak awal, trimakasih atas semua moment-moment indah yang kamu luangkan untukku, selamat tinggal” lalu akupun bergegas meninggalkannya dengan tangisan yg masih tidak bisa berhenti. “tunggu..” dia mengejarku. Dengan lantang aku mengatakan “buat apa kamu menahanku? Aku tau kamu melakukan semua karena kamu merasa kasian denganku? Aku tak butuh belas kasihmu teman :’)”. Dia terdiam lalu tak lama kemudian dia bicara “aku memang dulu sangat mencintaimu, tapi entah kenapa semua jadi beda aku pun tak tau alasannya, sekarang perasaanku udah gak kyk dulu lagi, aku harap kamu bisa ngerti dan dpt pengganti yg lebih baik dari aku” dia bergegas meninggalkanku. “dasar cowok brengsek!!!!” jeritku dalam hati. Seperti inikah tuhan dinamika cinta? Cuma diawal yang baik lalu diakhir selalu berakhir dengan tangisan?. Malam itu aku melamun di taman yang biasa aku dan dia bertemu. Dengan tangisan yang mengiringi aku masih menyayanginya tuhan :’)  
 
penulis: @nfzyahh
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: