RSS

Untuk Kamu, Mbak

12 Feb

 #CeritaUntukKamu 12 Februari 2012 

‘Mbak’

Masih teringat jelas sapaan itu yang tiap kali terucap saat aku pertama kali mengenalmu. Dulu aku sering menyapamu dengan sapaan itu. Tapi sekarang? Sekarang rasanya aku ingin tertawa geli saat kembali mencoba memanggilmu dengan sapaan itu. Masih mampukah aku memanggilmu kembali dengan sapaan itu dalam rasa sayang yang sudah menjalar menggorogoti hati ini?
Jujur saja aku tak pernah berfikir dapat menjamah hatimu. Aku pun tak pernah berfikir bahwa aku dapat terjerat dalam bayanganmu. Bukankah dulu aku sering meminjam buku – buku pelajaranmu yang sudah tak lagi kamu pakai? Tapi sudah genap satu tahun ini aku lebih sering meminjam hatimu dan terkadang lupa mengembalikannya. Karena aku nyaman sekali memiliki hatimu.
Rasanya memang tak percaya. Sudah 365 kita bersama. Menjalani hari tanpa sapaan ‘Mbak’ dan ‘Dek’. Aku lebih suka memanggilmu dengan namamu tanpa sapaan yang membedakan usia. Dan terkadang, aku sering memanggilmu ‘sayang’.
Ah, ternyata bukan aku saja yang tak percaya. Temanku yang sering aku ceritai tentangmu juga hanya dapat tersenyum dan tak percaya saat aku kembali bercerita bahwa hubungan kita sudah menginjak hari ke 365. Aku masih ingat saat dulu mereka berkata, “Apa mampu kamu menjalin hubungan dengan seniormu?”. Nyatanya hubungan sekarang memang tak dapat diragukan lagi bukan? Dan seperti yang orang – orang kata, ‘Cinta bukan soal usia’.

Masih ingatkah kamu saat pertama kali aku menunggumu di perempatan kota tua? Lalu senyum seketika mengembang ketika aku mulai menemukanmu dalam balutan putih – biru. Kamu dengan sepeda merahmu. Kamu dengan tas merah – muda yang memberatkan punggungmu. Kamu dengan kepang dua yang terkadang tersipu malu kala aku memandangmu. Kamu dan aku yang lalu bersepeda menyusuri sepanjang jalan HOS. Kamu dan aku yang sering menyita perhatian orang tanpa mereka sadari atas perbedaan usia kita.
Sangat menyita waktu untukku mengulas kembali cuplikan kisah diantara kamu dan aku di masa putih – biru. Aku dulu sering menghampirimu ke kelasmu. Aku yang dulu pernah melindungi dari gerimis yang mengusik dirimu. Aku yang dulu sering melewati belokan kecil bersamamu di halaman sekolah putih – biru. Aku yang  dulu sering menitipkan surat cinta untukmu lewat temanmu. Aku yang dulu sering mengikutimu keluar kelas hanya untuk sekedar menyapa ‘Hai!’. Dan, masih ingatkah kamu saat dulu kita pernah diguyoni bapak ibu guru tentang hubungan senior – junior yang bisa dibilang langka? Ehm, masih ingatkah kamu 6Februari 2011 saat aku pertama kali memanggilmu ‘sayang’?

Sekarang, tak aku dapatkan lagi sosokmu di masa putih – biru. Tapi beruntungnya aku masih dapat memiliki hatimu. Memiliki hatimu, seniorku. Aku mulai sering melihatmu dengan vespa merah – mudamu. Terkadang nanar hatiku ketika dipaksakan menerima kenyataan bahwa aku sudah tidak akan lagi menunggumu di perempatan kota tua. Saat itu aku bertanya dengan masa depan, “Kapan akan aku kenakan putih – abu abu?”.

Senin lalu, hubungan kita tepat 365hari kan?

Hari ini, genap 15tahun aku mengenal dunia. Aku bahagia! Aku bahagia dengan hari ini sampai 10hari kedepan. Aku bahagia memang karna Tuhan masih mengijinkanku mengenal 15tahun dalam hidupku. Tapi ada hal lain yang mendasari kebahagiaanku.
Hari ini sampai 10hari kedepan. Aku bahagia! Aku dapat merasakan yang namanya menyayangi seseorang tanpa adanya perbedaan usia. Ya, 10 hari! Aku dapat menyamai usiamu. Aku dapat menyamai waktu bulatmu mengenal dunia.  10 hari, ingin rasanya aku habiskan waktu bersamamu. 10 hari bersamamu tanpa harus terikat rentang usia.
Ah. Senin depan aku ada try out. Dan tentunya aku harus mengubur dalam 10 hari bersamamu. Bukankah kamu juga harus menghadapi tengah semester 2 di tahun pertamamu di putih – abu abu? Doaku atasmu, doaku bersamamu.
Sudahlah, dengan ataupun tanpa 10 hari itu aku akan tetap menyayangimu. Aku menyayangimu meski dengan putih – abu abu. Aku menyayangimu tanpa mengenal perbedaan waktu.

Pesanku, tunggu aku di putih – abu abu!

Penulis:  @viollafebriani
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: