RSS

Untukmu yang sedang berjuang

12 Feb

#CeritaUntukKamu 12 Februari 2012

Masih kuingat cemoohan pertama mu padaku. Ketika dulu, kita baru bertemu di Sekolah Menengah Pertama. Sebenarnya itu bukan pertama kali kita bertemu, sebelumnya kita pernah bertemu, di sebuah tempat kursus.
Masih kuingat setiap aku berjalan melewati kelasmu, kau selalu mengejekku. Selalu mengejekku berpacaran dengan temanmu itu. Walau itu ejekan yang sudah biasa, tapi tetap saja aku kesal. Bagaimana tidak, bahkan kita tidak saling mengenal saat itu. Mungkin kau hanya mengetahui namaku, tanpa mengerti siapa aku sebenarnya.
Masih kuingat, saat di sekolah ada kegiatan Pondok Ramadhan(ponram). Kegiatan ponram pertama di smp. Ketika aku menaikki tangga di depan kelasmu, kau memanggilku. Ku lihat senyum pertamamu kepada diriku. Bukan senyum mengejek seperti hari-hari sebelumnya. Ucapan pertama mu padaku yang bukan mengejek seperti biasanya. Aku memandang dirimu tanpa minat sama sekali. Dengan percaya dirimu yang over itu, kau meminta pin bb ku. Awalnya, aku tak ingin memberikan pin-ku ke kamu. Tapi, paksaanmu yang akhirnya menbuatku memberikan pin ku. Esoknya, contact bbm mu ada di contact list bbm ku. Hampir setiap 15 menit sekali, bb ku menerima PING!!! darimu.
Masih kuingat, dimana dulu aku jarang membalas bbm maupun sms mu. Saat akhirnya, kita jadi dekat setelah secara tidak sengaja sekelas pada pembelajaran tilawati. Sampai akhirnya setiap hari kita rajin berkomunikasi. Kamu yang dulu orang tak dikenal yg selalu mengejekku, sekarang menjadi sahabatku. Setiap hari kita selalu
berbagi berbagai hal. Setiap hari, kau selalu pergi ke kelasku. Hingga itu menimbulkan fitnah diantara teman teman kita. Mereka bilang kita berpacaran. Kita selalu bilang “kita cuma sahabat ya”
Masih kuingat, pertama kali ku dengar suaramu di telepon. Ketika itu aku sengaja meneleponmu untuk menanyakan tentang tugas. Dan setelah kamu menjelaskan, aku tetap tidak mengerti. Akhirnya, kamu memutuskan untuk mengerjakan tugasku. Besok paginya, kamu menyerahkan tugas itu ke aku.
Masih kuingat, ketika kita saling berkirim sms. Hanya karena sebuah broadcast message, kita jadi mengobrol panjang. Pada 11 november 2011 itulah, akhirnya kita mempunyai sebuah angka 14. Angka yang memiliki arti buat kita. Angka itu lah yang sering kita bahas pada hari hari selanjutnya.
Masih kuingat, malam minggu tanggal 3 desember itu kita duduk bersebelahan di aula sekolah. Kita berdua menonton film, yg merupakan rangkaian acara yang diadakan ekskul yang aku ikuti. Meskipun kamu berbeda ekskul denganku, kamu tetap ikut acara itu. Tanpa penerangan apapun, kita berdua mengobrol. Tanpa kau sadari, blacberry milikmu ada di tangan tangan jahil. Personal message-mu diganti oleh mereka. Ketika film selesai, dan lampu aula dinyalakan. Beberapa senior yg berada di belakang memanggil ku. Mereka menggoda ku karena personal message bbm-mu. Bagaimana tidak, personal message mu adalah “i love you eca”
Masih kuingat, ketika akhirnya, malam itu, pukul 9 malam, pada 4 Desember 2011, kau menyatakan cinta padaku. Dan begitu pula aku. Malam itu juga, dimana malam kita bersama sama. Walau awalnya kita ingin backstreet, toh akhirnya semua tahu tentang hubungan kita.
Masih kuingat, ketika aku akan berangkat berlibur ke Jakarta. Malamnya, kita saling berkirim voice note. Kamu bilang kamu sayang aku. Kamu juga ga sabar nunggu 2 minggu lagi buat ketemu aku. Besok paginya, orang pertama yang mengucapkan selamat pagi ke aku ya kamu. Orang yang membesarkan keberanian ku untuk debut ku hari itu.
Masih kuingat, pagi itu pukul 6, hari jumat tanggal 6 Desember. Kita bertemu lagi setelah 2 minggu. Pagi di hari kita menghabiskan seharian bersama. Kegiatan scobpedas (semi camping outbond dan pendidikan dasar) yang diadakan sekolah, berlangsung di trawas, Mojokerto. Ketika malam, kita sempat bercanda berdua di dekat cottage. Sayangnya, selama acara api unggun, kamu lebih memilih bersama teman temanmu. Besoknya, ketika kita akan pulang, hujan turun dengan derasnya, Sederas cintaku padamu. Kita berjalan dibawah hujan dengan berlindungkan sebuah payung. Payung itu menjadi tempat berteduh kita bersama.
Masih kuingat, ketika aku ngambek, marah marah tanpa sebab ke kamu. Kamu selalu menghibur ku, kamu selalu menggoda ku. Apalagi, waktu hari Jumat itu. Kamu sengaja memutar lagu ‘Kemesraan’ dan ‘Dirimu Satu’ waktu aku lagi ngambek di depan kelas.
Masih kuingat, tatapan matamu pada ku, sentuhan tanganmu di tanganku, senyum manis dari bibirmu. Panggilan kesayangan darimu untukku. Jahilnya tanganmu yang sering memainkan rambutku. Rambutmu yang sesekali ku elus.
Masih kuingat, sore itu, ketika kita mengobrol di telepon. Kamu bilang kamu sedang bingung. Orang tua mu menuntut kamu untuk masuk kelas Bilingual. Kamu perlu fokus. Aku menyarankan kita untuk break.  Tapi kamu takut. Takut jika kita break, aku akan menemukan penggantimu yg lebih baik. Kamu takut jika aku nantinya tidak mau lagi kembali padamu. Ketika akhirnya, aku menangis, dan kamu terdiam cukup lama.
Masih kuingat, hari itu, 27 Januari 2011, dimana kita hanya saling mengobrol beberapa kalimat. Selama mengobrol, kamu jarang menatapku seperti biasanya. Hingga akhirnya, pukul 2 siang, kamu bilang ingin break. Tak ada yang biasa kulakukan selain menerima keputusan dan kemauanmu. Aku ingin menangis, tapi tak mungkin ku lakukan di hadapanmu. Aku tahu pasti, itu yang terbaik untuk kita.
Hey, masih kuingat semua kenangan kita bersama. Yang mungkin tak ku tuliskan disini. Dirimu masih ada di hatiku. Aku masih menunggumu. Menunggumu menepati janji padaku. Janji untuk kembali padaku.
Aku tidak tahu ini apa. Bukan cerita, entah surat atau bukan. Yang jelas, tulisan ini untukmu. Hanya untuk kamu.
Untukmu yang sedang berjuang meraih mimpi
Untukmu yang sedang fokus untuk mencapai target
Untukmu yang pernah ada untukku
Untukmu yang pernah mengisi hidupku
Untukmu yang selalu ku sayangi
Untukmu yang selalu ku cintai
Untukmu yang selalu di hatiku
Untukmu yang selalu ku tunggu
Untukmu yang menjadi alasanku untuk tersenyum
Untukmu yang menjadi alasanku untuk menangis
Untukmu yang menjadi alasanku untuk senang
Untukmu yang menjadi alasanku untuk sedih
Hanya untukmu,
R. Arya Asraf D.K
Dari aku, yang selalu menunggu

Penulis: @Ecczaa

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: