RSS

waktu lebih egois daripada jarak

12 Feb

#CeritaUntukKamu 12 Februari 2012

tik tok tik tok tik tok
rasanya suara detik jam di tangan kiri saya semakin lama semakin keras , seperti rasa cemas saya yang semakin membesar

tik tok tik tok tik tok
hey jam! hey waktu! maukah kamu tidak egois untuk sekali ini saja? saya harus bertemu dengan dia! tapi kenapa kamu seperti bergulir semakin cepat? tolong beri saya kesempatan untuk menghela nafas dan bergegas memperkecil jarak saya dengan dia untuk bertemu dan memastikan dia baik-baik saja, sakitnya tidak parah, bukankah kamu tahu? Jam berkunjung di kampusnya dibatasi, tolong jangan membuat saya kehabisan waktu dan tidak bisa bertemu dengannya!

tik tok tik tok tik tok
ah, akhirnya jarak yang selama ini nyaris selalu permanen itu perlahan-lahan semakin mengecil dan harapan saya untuk melihat wajahnya tertatih perlahan menjadi semakin besar

tik tok tik tok tik tok
bangunan kokoh itu, tempat dia tinggal dan menuntut ilmu sudah didepan mata, perlahan saya mendekati petugas di gerbang
tik tok tik tok tik tok
“Pak, minta izin untuk masuk kampus pak, boleh?”, ujar saya sambil menghampiri seorang petugas di gerbang masuk, “ada kepentingan apa ya?”. Saya mencoba tersenyum dan berkata, “Kakak saya sakit pak, dirawat di klinik”, terpaksa berbohong, rasanya tidak etis jika saya bilang bahwa saya mau menjenguk pacar. Petugas itu tersenyum lalu berkata, “Oh silakan, bawa KTP kan? Isi dulu buku tamu disini, KTP-nya disimpan disini dulu, ditukar sama ID card tamu, nanti kalau mau pulang kesini lagi ya mbak buat mengembalikan ID card sekaligus ambil KTP”. Lega, saya langsung mengikuti prosedur yang ada, mengucapkan terima kasih lalu bergegas menuju klinik setelah ditunjukkan arah oleh petugas tadi.
tik tok tik tok tik tok
bangunan putih, klinik tempatnya dirawat sudah didepan mata. Akhirnya, akhirnya saya sampai, menghela napas sejenak, lalu melangkah masuk. Saya menghampiri petugas lagi di klinik dan meminta izin untuk bertemu dengannya, petugas mempersilakan saya duduk di ruang tamu, saya duduk, mengeluarkan titipan dari orang tuanya dan beberapa oleh-oleh dan vitamin yang saya siapkan untuknya, tiba-tiba ada suara yang memanggil saya..
“Hai, udah sampai sayang? Capek ngga?”, terdengar suara familier yang selalu ingin saya dengar bukan dari telepon, tapi dari suara orang yang ada dihadapan saya, suara yang selalu saya rindukan untuk saya dengar langsung, suaranya….

dan itulah dia, berdiri tegap di depan saya dengan senyum merekah, meskipun wajahnya sedikit pucat karena sakit

Saya berdiri dan tersenyum, “hai, aku kangen, udah sembuh? Ini ada titipan dari ibu, kemaren aku ambil ke rumah kamu, sama oleh-oleh dikit dari aku, hehehe”. Dia menghampiri saya lalu mengelus kepala saya, “belum begitu sembuh, tapi udah mendingan kok, makasih ya udah jauh-jauh dateng kesini, aku juga kangen kamu, kangen banget”. Dan di waktu yang singkat itu, kami sama-sama melepas kangen, ya, hanya sebentar waktu yang kami punya, dan saat itu rasanya, waktu berhenti sejenak, tapi waktu memang selalu egois..
tik tok tik tok tik tok
hey waktu! ayolah berhenti! saya ingin menikmati momen ini lebih lama! menikmati hadirnya secara nyata, melihat senyumnya! jarak sudah mengalah! dia saat ini pergi, tapi kenapa kamu tetap konstan? ayolah mengalah!

tik tok tik tok tik tok
“pulanglah, udah sore,  jangan khawatir, nanti suatu saat jarak akan menjadi nol lagi, percayalah, nanti kita bisa ketemu lagi dan bareng lagi”, dia berkata sambil tersenyum hangat dan mencubit pipi saya, saya pun pamit, karena memang sudah sore, saya tidak ingin pulang terlalu larut, perjalanan pulang masih jauh.

tik tok tik tok tik tok
“aku pulang ya, cepet sembuh, nanti kapan-kapan aku main kesini lagi tapi kamu harus sehat biar ngga ketemuan di klinik lagi, hehehe”, ujar saya sambil sedikit menahan tangis, “hahaha iya, dua hari lagi aku udah bisa keluar klinik kok, hati-hati di jalan ya, jaga diri, maaf aku ngga bisa nganter sampe gerbang”, dia mengantar saya sampai tempat parkir sambil terus merangkul pundak saya. “pamit ya, jaga diri kamu juga, aku sayang kamu”, saya berkata sambil bersiap berangkat. Dan tiba-tiba….dia mengecup kening saya sebentar, “aku juga sayang kamu, selalu”, dia berkata sambil tersenyum, saya membalas senyumnya, lalu berangkat pulang dan dia kembali masuk ke klinik.

tik tok tik tok tik tok
jarak kembali hadir, dan hantaman beban perasaan itu datang bertubi-tubi, tapi jarak telah berjanji , ia tidak akan jadi permanen, suatu saat, dia akan menjadi NOL lagi

tik tok tik tok tik tok tik tok

penulis:  @hafidzandini
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: