RSS

Berawal dari Sebuah Permen

15 Feb

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Hai, aku Afika. Dari mulai TK sampai Kuliah mulutku ini tidak perna bisa berhenti untuk ngemut  yang namanya permen. Hasilnya gigiku sekarang banyak yang sudah bolong-bolong gara-gara permen tersayang, tapi mau gimana lagi ya, namanya juga sudah kecanduan permen mungkin, mulai dari permen yang dijual di pasar sampai yang ada di mall-mall yang gede itu, aku sudah perna nyobain. Dan hasilnya sama saja, enak banget!!!

Sudah 6 bulan aku duduk dibangku kuliah, dan sama saja kebiasaan ini tak bisa aku hilangin, sampai-sampai temanku dari SMA yang sekarang satu jurusan tapi beda kelas sama aku ngomel kalau aku semakin parah dengan permenku.

“Fik, Fik pantesan banyak sampah dimana-mana, lah si pembuat sampah sekarang ada didepanku”, omel Soni padaku, yang mana notabennya anaknya memang pinter sekali kalau ngomong.

“Yaelah Son, bungkus permen kan tidak begitu terexpose, jadi paling-paling tukang sapu gak kelihatan hihihihih”, jawabku setengah menggoda.

Setelah itu aku nglonyor ke kelas untuk mengikuti kuliah jam ke 9-10. Sampai di kelas keadaan kosong, tidak ada manusia sama sekali. Pertama aku pikir mungkin ruangannya diganti, tapi setelah itu aku buru-buru turun kebawah untuk melihat jadwal kuliahku. Lama aku pandangi itu kertas di dinding, saat mataku sampai dibagian akhir jam, mataku melebar tapi untungnya tidak copot itu bola mata, ternyata jam ke 9-10 itu jam 14.50, padahal sekarang masih jam 13.00.

“Aaahhhhh…..sia-sia, enak tadi tidur dikost daripada siang-siang bolong begini datang ke kampus”, omelku pada diriku sendiri.

Aku lemas, loyo melihat tingkahku yang konyol, dan aku putusin untuk balik ke kost, namun tiba di depan pintu aku lihat Soni lagi ngumpul sama teman cowoknya, mereka itu Gading, Adi sama yang paling manis dan memiliki gigi gingsul itu si Ardika, yang mana Ardika ini cowok yang paling aku kagumi, dan aku bertekat untuk menjadi penggemar nomor 1 selama hidupku, memang terlalu lebay, tapi mau bagaimana lagi, kan sudah jamannya sekarang. Akhirnya aku gabung diantara mereka, ngomong gak jelas arahnya, kemana-mana dan dimana-mana.

“Fik ada permen gak”, tanya Gading padaku.

“Wah, baru saja habis Ding”, jawabku setengah sedih.

“Ni ding, satu saja jangan banyak-banyak”, sahut Soni.

“Wah, bagi-bagi donk Son, jangan pelit dong sama teman sendiri”, Ujar Ardika.

Soni pun membagi permen ke teman-teman termasuk aku. Tapi pas tiba terakhir di aku, aku kebagian permen rasa mint, dan aku gak mau, mau rasa jeruk.

“Son, kok rasa mint, ganti dong yang rasa jeruk”, omelku.

Tanpa basa-basi Ardika langsung menyodorkan permen rasa lemonnya padaku. Aahhh…hatiku rasanya ingin terbang melayang ke udara. Dan tanpa basa-basi aku ambil saja itu permen, aku pikir nanti Dika pasti dikasih lagi sama Soni, namun permennya Soni habis diambil Adi semua. Sungkan juga sih sama Dika, karena aku sudah merebut permennya, tapi sudah terlanjur sih hihihihih. Lagian permen dari tangan Ardika itu beda dari segala permen yang ada di dunia ini, rasanya penuh dengan cinta dan kelembutan hihihihihi.

“Cari makan yuk, lapar aku”, ajak Adi ke semuanya.

“Aku gak ikut ya, mau pulang saja, capek banget aku. Eh..Fik kamu gak pulang ta?”, tanya Dika padaku.

“Iya pulang deh, nebeng ya Dik, aku tunggu disini”, jawabku cuek tapi mau hihihihi

Dika ke parkiran ambil motornya, lama juga aku menunggu di depan gedung I7. Tapi akhirnya nongol juga itu anak. Dijalan kita bicara gak jelas tujuannya, karena gugup kali ya hihihihi. Sumpah senang banget aku kalau tiap hari bisa bareng sama Dika terus, tapi tentunya tidak mungkin. Posisiku sekarang sudah berpacaran dengan seorang cowok selama 5 tahun lebih, dimana aku tidak bisa meninggalkan cowok itu tanpa alasan yang kuat, tapi dilain posisi karisma Ardika begitu hebat mengobrak-abrik perhatianku, andai saja waktu bisa diulang aku tidak akan mau pacaran sebelum aku masuk kuliah, sebelum aku ketemu dengan kau Ardika Galih P.

penulis: @indamooi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: