RSS

Perumahanmu

15 Feb

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Di depan gang perumahan ini aku berdiri di petang hari, mengamati lalu lalang kendaraan di jalan raya yang ramai, dengan mata yang berkaca-kaca dan dada yang masih sesak aku berkhayal dan berharap bahwa salah satu diantara kendaraan-kendaraan itu ada kamu di sana, yang akan berbelok pulang dari bekerja ke perumahan ini.

Sudah setengah jam aku berdiri, tetapi orang-orang yang lalu lalang berkendara itu masih asing, diantara mereka masih tak ada kamu, yang lewat lalu berbelok ke arahku dan pulang ke rumahmu. Iya, aku baru saja ke rumahmu setengah jam yang lalu. Ku lihat semua sepi, pintu gerbang yang terkunci dan rumahmu yang seluruhnya gelap, pemandangan ini membuat semangatku yang tadi berapi-api ketika aku berangkat mendadak lenyap. Yang ada aku menjadi lemah dan lelah tak bersemangat, dadaku kembali sesak. Aku mendekati rumahmu, berharap ada keajaiban yang akan menunjukkan tanda-tanda bahwa ada orang di rumahmu, tapi harapanku yang sederhana itupun hanya tinggal harapan, tak ada keajaiban kecil itu, tak ada seorangpun di rumahmu.

Di depan gang perumahan ini aku masih berdiri, beruntung aku berdiri di tempat yang agak gelap sehingga orang-orang tak akan melihat jika saat itu aku sedang menangis. Aku bahkan tak mempedulikan orang-orang yang melihatku dengan aneh, entah apa yang ada di fikiran mereka tentang aku. Mungkin saja mereka heran, karena beberapa hari yang lalu aku juga berdiri di gang perumahan ini, terlihat menunggu sesuatu yang tidak jelas, dan saat ini aku melakukan hal yang sama. Mereka tak tahu, bahwa aku menunggumu, menunggu kemungkinan untuk bertemu kamu di sini, di jalan yang mungkin biasanya kau lewat. Tapi, pekerjaan menungguku sia-sia. Mengapa aku masih menunggu padahal aku tahu pekerjaan ini tak berguna?

Sungguh, kalaupun mungkin, aku masih mau menunggumu di gang perumahanmu sampai aku menemukanmu. Aku akan menunggumu di sana walaupun menunggu itu hal yang paling menyebalkan, bahkan walaupun hal itu membuatku terlihat aneh di mata orang-orang itu. Tapi, aku seorang wanita dan aku tak ingin orang-orang itu bernegative thinking kepadaku karena aku hanya berdiri mematung di pinggir jalan ini dengan memandangi kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang, dengan maksud yang menurut orang lain tak jelas. Apa ini gila?

Sudah dua kali aku mengunjungimu ke rumah, tapi yang aku temui hanyalah rumah kosong dan tak ada tanda-tanda ada orang di dalamnya. Sudah dua kali aku berdiri mematung di depan gang perumahanmu dengan harapan dan khayalan bisa bertemu denganmu tiba-tiba di sana. Sudah dua kali jantungku berdegup kencang dengan kegugupan bayangan bertemu denganmu, tapi berakhir dengan nafasku yang semakin sesak karena bertemu denganmu hanyalah tinggal bayanganku.

Aku memutuskan untuk pulang, agar aku bisa menangisimu dikamarku. Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita untuk bertemu, mungkin Tuhan masih menguji kesabaranku. Jangan khawatir, aku akan selalu positive thinking dan sabar sesuai dengan nasihatmu. Aku tahu kaupun saat ini merindukanku walaupun kau tak pernah mengatakannya kepadaku. Bagaimana kau akan mengatakannya kepadaku jika semua jalan komunikasi kita sudah tertutup?? Biarlah kita hanya bertemu dalam khayalan masing-masing saat ini. Jangan pernah berhenti mendo’akanku karena aku juga tak akan pernah berhenti mendo’akanmu. Kita akan bertemu di saat yang tepat suatu saat nanti, saat yang aku hanya milikmu dan kau hanya milikku, dan dalam keimanan yang sama. Amin:)

*Happy Valentine Day, di malam valentine inilah aku menunggumu, untuk mendapatkan kado terindah dengan bertemu denganmu setelah sekian lama ini. Walaupun kado itu tak aku dapatkan, percayalah aku tak akan kecewa. Karena dengan kau mencintaiku saja sudah membuatku bangga. aku hanya merindukanmu abang!!

penulis: @veaprissy

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

One response to “Perumahanmu

  1. veaprissy

    Februari 17, 2012 at 5:07 am

    Thanks..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: