RSS

semua tentang kamu,mantanku

15 Feb

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Hujan turun begitu deras diluar sana. Sama seperti derasnya tangisan di hatiku. Suara petir begitu menggelegar membelah langit. Sama seperti teriakan dihatiku yg begitu keras sampai hatiku pun terbelah. Namun sayangnya, tak ada seorangpun yg mendengar tangis kepedihan di hatiku ini.
Kamu. Mantan kekasihku yg dulu selalu mewarnai hari-hariku. Dan sekarang, kamu menginspirasiku untuk membuat tulisan-tulisan tentangmu karena saat aku terdiam, hanya kamu. Kamu. Kamu dan kamu yang aku fikirkan.
Sekarang, kamu sudah banyak berubah ya!:)
Mungkin perasaanmu padaku pun sudah berubah, padahal baru satu bulan lebih sejak hari itu. Hari dimana kamu memutuskan tali hubungan kita yang sudah kita jalin selama 9 bulan kurang satu minggu :’)
Tahukah kamu? Sekarang aku sudah mulai bisa mengikhlaskanmu. Walaupun masih tersisa rasa rindu akan kehadiranmu yg sampai saat ini aku pendam dan mungkin kamu tak mengetahuinya:’)
Tapi….entahlah, mungkin aku belum berhasil untuk mengikhlaskanmu sepenuhnya. Karena, jujur saja rasa cemburuku selalu muncul saat melihat kamu bersama dia. Ya. Dia. Teman dekatku.
Bagiku, sulit sekali untuk mengendalikan semua perasaan itu. Egoku masih sangat besar. Bayangkan saja, aku tidak ingin kamu menjalin hubungan bahkan dekat dengat seorang wanita manapun, terutama….dia! Padahal aku sudah bukan siapa-siapa mu lagi. Lancang sekali aku ini. Dasar bodoh!
Tahukah kamu? Aku begitu sulit untuk mengikhlaskanmu. Karena kamu masih terus saja memberiku perhatian dan sebuah harapan yang mungkin saja kamu menganggapnya hanya sebuah perhatian biasa,tapi bagiku itu sebuah harapan. Ya. Bisa dibilang harapan kosong.
Terkadang, isi dari pesan singkatmu padaku membuat hatiku begitu bahagia. Semua perhatianmu, semua kata-kata pujianmu, semua ajakan-ajakanmu, dan semua autotext cubitmu yg kamu berikan padaku itu, berhasil membuat bibirku melengkungkan senyuman secara refleks saat aku membacanya dan aku merasakan sebuat cubitan nyata di pipiku sehingga membuat aku begitu merindukan saat-saat kamu mencubit pipiku dlm kehidupan nyata.
Tapi….keadaanlah yang membuat hatiku merasa sakit. Kini, keadaan sudah berubah, kamu sudah bukan milikku lagi. Kenyataan itulah yang seringkali membuatku tersadar, semua isi pesan singkatmu itu mungkin sekarang bukan hanya diberikan padaku. Itulah yang membuatku merasa sedih dan merasa bodoh! Aku sungguh tidak mengerti, mengapa aku masih saja merasa senang saat menerima pesan singkat darimu? Mengapa aku masih saja merasa tersanjung saat membaca pesan singkatmu yang berisi perhatianmu padaku? Mengapa aku masih saja mengkhawatirkan keadaanmu? Mengapa aku masih saja memberimu perhatian yang secara tidak langsung dan tanpa aku sadari, aku menunjukkan bahwa aku masih begitu mempedulikan dan menyayangimu? Padahal mungkin, saat kamu mengirimiku pesan singkat, memberiku perhatian dan sebagainya, kamu menganggap semua itu hanyalah biasa saja, dan menganggap semua itu hanya atas dasar ‘kamu sebagai temanku’, bukan atas dasar ‘kamu masih begitu menyayangiku’
Ahhh..bodoh sekali aku ini, tentu saja kamu sudah tidak menyayangiku seperti dahulu. Karena mungkin, kamu sudah menemukan dia yang lebih baik dalam hal apapun daripada aku :’) kalau begitu….selamat ya! Aku turut berbahagia atas kebahagiaanmu:’)
Terkadang…aku merasa bersyukur telah berpisah denganmu. Aku bersyukur karena sudah bisa terlepas dari lelaki sepertimu. Aku bersyukur karena aku tidak perlu menyiksa diriku untuk terus bertahan dengan semua perbuatanmu yang diam-diam memiliki sebuah perasaan istimewa terhadap wanita lain.
Namun terkadang aku merasa bodoh karena saat kamu masih menjadi milikku, aku terlalu mengekangmu, aku selalu mencemburuimu, dan aku selalu mencurigaimu. Tapi aku berfikir. Bagaimana tidak aku melakukan semua itu? Sudah berapa kali kamu membohongiku? Sudah berapa kali kamu menyakitiku? Dan sudah berapa kali aku memergoki pesan singkatmu dengan wanita lain yang isinya begitu mesra? Sekarang, coba kamu fikir, apakah wajar aku mencurigaimu setelah berkali-kali kamu berbohong padaku? Apakah wajar aku begitu sulit mempercayaimu setelah berulang kali kamu mengecewakanku? Apakah wajar aku mencemburuimu setelah aku mengetahui kamu mempunyai perasaan yang spesial terhadap wanita lain? Aku rasa, sebagai kekasihmu wajar saja jika aku berbuat seperti itu. Tapi jika kamu mempunyai argumen mu sendiri, silakan saja, aku tidak melarangnya, karena setiap orang berhak memberikan pendapat tentang apapun. Tapi, tidak bisakah kamu mengerti sedikit saja apa yang aku rasakan?
Dan terkadang….aku merasa begitu kehilangan sosokmu. Aku merasa kehilangan dirimu yang dulu sempat menjadi milikku. Aku merindukan perlakuan manismu padaku. Aku merindukan panggilan sayangmu padaku. Aku merindukan sentuhan-sentuhanmu yang membuat jantungku berdetak hebat. Aku merindukan masa-masa dimana kita tertawa bersama. Aku merindukan masa-masa dimana kita menghabiskan waktu berdua untuk saling bercerita atau hanya sekedar mengobrol. Aku merindukan masa-masa dimana aku dan kamu duduk berdua dan kita mengingat-ngingat masa-masa pendekatan kita dahulu. Dan tidak jarang, rasa rinduku akan semua itu membuatku begitu sedih bila harus menyadari kenyataan yang ada sekarang.
Namun aku sadar, inilah hidup. Hidup itu tentang datang dan pergi. Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dan setiap ada perpisahan, sesunggunya Tuhan telah menyiapkan sebuah pertemuan yang lebih baik untuk kita, yang akan Tuhan berikan di kemudian hari. Asalkan kita terus berusaha,berdo’a dan tidak mudah menyerah:’)
Percayalah, setiap kejadian adalah anugrah yang terbaik yang Tuhan berikan untuk kita:’)

Penulis : remaja labil yang masih duduk di bangku SMP –> @indrikmlsr

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: