RSS

Surat Istimewa Di hari Istimewa

15 Feb

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Pagi tadi, aku sempatkan membeli coklat ini untukmu. Namun aku bingung, bagaimana caraku memberikan ini padamu? Aku tidak punya keberanian lebih untuk berdiri dengan PeDenya di hadapanmu dan memberikan coklat ini seperti wanita-wanita yang sering mengejar-ngejarmu. Aku takut… aku takut kamu akan langsung melemparkan coklat ini ke dalam tong sampah dengan gaya ala pemain basket yang selalu kamu peragakan saat mencetak point di lapangan basket itu. Aku terlalu pengecut untuk terang-terangan mengatakan bahwa aku mengagumimu, atau bahkan lebih kurang ajar lagi karena aku sepertinya mencintaimu. Maka dari itu, aku memilih menyimpan coklat ini yang mungkin nanti akan meleleh dengan sendirinya. Dan juga memilih untuk membuat surat ini, walaupun entah kapan aku akan mengirimnya padamu, atau mungkin takkan pernah.

Kepada kamu, ketua tim basket yang selalu aku ikuti gerak-geriknya, walaupun kamu tidak pernah mengetahuinya. Sedikitpun aku tidak merasa kecewa karena aku tidak pernah mendapat perhatianmu, sebagaimana aku yang slalu memperhatikanmu setiap saat. Sekalipun aku tidak pernah mengucapkan kata ‘menyesal’ karena selama ini telah mencintaimu dan tidak mendapatkan balasan cinta darimu. Aku cukup sadar mencintai orang sepopuler kamu itu sesuatu yang memang sulit. Aku cukup tahu diri, kamu adalah matahari yang bersinar terang di sekolah, sedangkan aku? aku hanya gumpalan awan putih yang menyendiri dilangit dan sama sekali tidak bersinar, yang bahkan selalu dan terlalu sering diabaikan orang-orang. Aku cukup sadar, kamu ibaratkan barang mahal dan mewah yang hanya bisa aku kagumi lewat etalase toko. Namun, akupun cukup senang ketika di hadiahi senyumanmu setiap kita berpapasan. Aku cukup bahagia melihatmu tertawa walaupun bukan bersamaku. Aku cukup bersyukur melihatmu sehat setiap harinya. Bukankah cinta sejati itu tidak harus memiliki? Ya, karena itu pula aku tetap bertahan mencintaimu, dan entah sampai kapan akan terus begini, terus memendam rasa yang begitu aneh ini. Mungkin, setelah kelulusan nanti kamu akan pindah jauh… meneruskan studimu ke SMA pilihanmu dan begitu pula aku. Kita mungkin nanti akan lebih buruk dari sekarang, kita mungkin nanti tidak saling mengenal lagi, dan… ah aku tidak bisa dan tidak mau membayangkan bagaimana seorang aku tanpa kamu nanti😥 Andai  suatu saat nanti aku diberi keberanian lebih oleh Tuhan, aku ingin kamu menerima dan membaca surat ini, aku berharap kamu bisa membaca maksud dari setiap kalimat ini. aku berharap kamu akan mengerti isi hatiku selama ini. Atau mungkin sebaliknya, bisa ku tebak pasti kamu akan tertawa sampai perutmu sakit, karena mengetahui teman sekelasmu ketika kamu kelas 1 SMP ini diam-diam mencintaimu. Kamu pasti akan menggeleng-gelengkan kepala membaca baris demi baris kata dalam surat ini yang mungkin menurutmu mustahil keluar dari seorang aku. Namun ini bukan lelucon yang biasa seorang badut lontarkan hingga membuatmu tertawa terbahak. Surat ini bukan candaan ataupun wujud iseng-isengan yang aku tulis untukmu. Dan, surat ini bukan pula paksaan untuk membuatmu mencintai aku. Kembali pada konteks awal, “cinta tidak harus memiliki” maka biarlah.. biarlah cinta ini nantinya meleleh seperti coklat yang harusnya aku berikan padamu. Biarkanlah, aku merasakan semua sakit ini yang sengaja aku buat sendiri. Bahagiamu, bahagiaku pasti🙂 salam manis, semanis senyummu :’3
Selamat Hari Valentine ya ketua Basket :’)

penulis : @popeenn

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: