RSS

Tiara Jadilah Valentine Ku

15 Feb

#CeritaUntukKamu 14 Februari 2012

Perkenalkan nama ku Tiara,umur ku 18 tahun,  kesibukan ku adalah kuliah, kuliah, kuliah dan kuliah walau sedikit membosankan. Kehidupan ku biasa – biasa saja, seperti gadis normal, aku punya banyak teman, namun satu yang selalu ku spesialkan dia lah wily. Kami saling kenal sejak lama, aku sangat nyaman berbagi cerita dengan nya, dia selalu menyempatkan waktunya walau dia beda ruangan di perkuliahan . Yah itu lah aku dan sahabat ku. Wily seperti setengah jiwa ku, karena dialah yang selalu di sampingku.
Tahun berganti begitu cepatnya, aku pun di sibukan dengan berbagai tugas dari kuliah. Sudah beberapa minggu aku tidak bertemu wily, aku dengar – dengar Wily sibuk dengan kegiatan perkemahan yang diadakan kampus. Biasanya selesai pelajaran aku langsung menghampirinya kemudian kami bertukaran pikiran, dia selalu memperhatikan aku dan aku merasa nyaman didekatnya.
aku sedang melamunkan Wily yang entah kemana dan tidak ada kabar, tiba – tiba lamunan ku buyar saat seseorang masuk ke dalam ruangan kami tanpa permisi.  Dia Wily, orang yang selama ini menghilang tiba – tiba ada tepat di depan ku, aku tidak bisa berkata apa – apa, aku langsung memeluknya dan sedikit memukulnya di dada.
“Kemana aja kamu..??? ”
“Maaf Ra, aku gak sempat kasi kabar, mendadak sekali Ra..”
“Ya Sudahlah Ly, aku ngerti kok..oia yuk ke kantin “
Setelah tiba di kantin kampus, obrolan kami pun berlanjut
“kayak mana kabar mu Ra..??”
“Baik, aku dengar – dengar kamu ikut perkemahan dari kampus ya??”
“iya Ra, kamukan tau aku suka sekali kegiatan seperti itu”
“iya aku tau , kayak mana acara perkemahannya”
“Lumayanlah Ra, tetap aja gak enak kalau ga ada kamu disisi ku”
Yah.. yah  kata – kata itu yang membuat aku terjatuh, aku tak tau apa rasa yang telah merasuki ku. Sekejap aku salalu memikirkannya, Wily yah dia, Dialah yang membuat perasaan ini. Ku namakan perasaan ini dengan Cinta. Namun aku tidak ada keberanian untuk mengungkapkannya. Perasaan ku mulai tumbuh menjadi sesuatu yang aneh. Pikirian ku tak tersisa sedikitpun untuk memikirkan yang lain, aku hanya memikirkannya. Apakah kau juga merasakan hal yang sama??
Pagi cerah itu aku masuk ke ruangan perkulihan. Tepat didepan pintu ruangan ku, Wily nampak sedang menunggu seseorang, namun wajahnya juga sedang melamunkan sesuatu. Tidak biasanya dia seperti itu.
“Hey Ly, apa yang sedang kau lakukan disini??”
“Hey Ra, aku menunggumu, “
“owh, ya tapi aku harus masuk”
“Hari ini Dosen kalian tidak datang, aku tau dari temen satu ruanganmu. Kalau kamu gak ada janji boleh kita bicara berdua sebentar saja”
Jantungku berdetak setelah melihat matanya yang menatap ku, pikiran ku berkata apa yang akan di katakannya?, apa dia merasakan hal yang sama dengan apa yang ku rasakan?, beribu pertanyaan menari – nari di pikiran ku.

“Baiklah, aku lagi gak ada janji”
“Ok Ra, ayo kita ke perpustakaan, disana kayaknya lebih nyaman untuk bicara berdua Ra,”
Yah memang sudah biasa kami kalau ada pembicaraan serius kami ke perpustakan.
Saat itu aku sedang mencari – cari beberapa buka untuk sekedar dibaca sambil menunggu Wily memulai percakapannya.
“Ra, aku mau bilang sesuatu sama mu”

Jantungku berdetak cepat ketika dia memulainya, aku berusaha untuk tidak terlihat panik di depannya.
“iya ada apa Ly”
“Sebenarnya Aku suka sama mu Ra, gak tau kenapa Ra, kamu bukan sekedar  teman di sisiku Ra, selalu lebih dari itu Ra. Aku minta maaf ya Ra, tapi masalahnya aku uda punya pacar”
Aku terdiam saat kalimat terakhir dia ucapkan, dia punya pacar, kapan??, sama siapa?? Itulah yang ku pikirkan saat itu.
“Maafin aku ya Ra, aku gak sempat cerita kalau aku uda punya pacar, pacarku Dinda temen kita juga kamu kenal dia kan??. Sebenarnya aku terpaksa nerimanya karena aku takut nembak kamu Ra”
Mulutku serasa terpaku, aku tidak bisa berkata apa – apa. Kenapa harus Dinda, dia temen kami yang dulu juga punya rasa khusus pada Wily. Dinda perna cerita sama aku tentang perasaannya. Ingin rasanya aku teriak kalau aku juga punya rasa yang sama.
“hmmm Willy, kita uda bersahabat hampir 2 tahun dari bangku SMA, kayak mana bisa kita pacaran Ly, apalagi sekarang kamu uda punya pacar. Jangan sakiti pacarmu Ly, dia gak salah apa- apa”
“Iya Ra, tapi setiap aku bersamanya, aku selalu ingat kamu Ra”
Gak Boleh gitu Ly, kamu yang menerimanya, kamu juga harus bertanggung jawab. Ya sudahlah Ly jangan di pikirkan, oia aku ada janji jam 2 sama Riska, mau kerja kelompok, aku tinggal dulu ya”
Bergegas tanpa mendengarkan kata iya dari Wily aku pergi dari perpustakaan.
Hati ku remuk, itulah kata yang bisa mengambarkan suasana hati ku saat ini. Semuanya telah berakhir, dan inilah saatnya aku harus menjauh dari Wily. Apa salah ku?? Kenapa semua ini harus terjadi??
Beberapa hari ini aku selalu menghindar dari Wily, Willy selalu datang dan menghampiri ku, namun aku selalu punya alasan untuk pergi darinya. Tampak dari wajah Dinda yang sangat bahagia, aku senang dia seperti itu.
Sudah 1 bulan lebih aku tidak bertemu Wily, aku rindu saat – saat bersamanya. Ini bulan Februari, semua sibuk membicarakan valentine, teman – teman ku  mempersiapkan kado, pernak – pernik untuk pasangan mereka. Aku hanya bisa mengelah nafas dan menenangkan diri. Aku lihat Dinda juga sibuk menulis sesuatu, terlihat seperti kartu ucapan, aku tidak berniat untuk mengangunya.
Tepat tanggal 13 – 02 – 2012 pukul  11 malam aku sendiri dirumah ku yang nyaman ini, aku duduk dan menonton Tv, namun semua acara Tv hanya tentang cinta. Kemudian aku bergerak menuju jendela ku yang menghubungkan aku dengan pemandangan bulan yang begitu cantik. Ku tatap bulan yang begitu indah, namun lamunan ku berubah dan aku memikirkan Wily. Wily adalah kenangan terindah ku , dia selalu menemaniku, canda tawa ku adalah dia, jiwa ku adalah dia, namun aku bahagia sekarang dia sudah bisa melupakan aku. Tak kusangkah air mataku jatuh, aku berbisik
“ Dimana kau sekarang Wily” 
terdengar suara halus penuh kasih sayang tapi agak jauh
 “aku disini Ra, di hati mu” , kemudian aku menjawab suara itu
 “Kenapa kau buat aku begini, kau tau aku sangat mencintai mu” kemudian suara tuh kembali terdengar dengan jelas
“aku tau Ra, kamu juga mencinta aku, dan sekaranglah saatnya kita bersama “
Kemudian aku tersentak dan ku lihat ke arah bawah jendela ku, aku lihat dia, Wily yah dia Wily.
Tiba – tiba semua teman – teman ku yang tadi pagi ku lihat sibuk dengan valentine keluar mebawakan lilin , tampak Dinda juga ikut serta disitu.
“Tiara ku sayang, di hari valentine ini aku ingin kamu menjadi valentine ku, aku dan Dinda sudah putus, makanya Dinda juga ikut kesini”
ku lihat wajah Dinda yang terlihat senyum padaku.
“will u be my valentine ?? and I will always love you Ra”
Air mata ku mengalir begitu derasnya, tanpa aku berpikir panjang aku menjawab
“aku mau jadi valentine mu Wily and I will always love you too”

penulis: @PrincessDurge
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2012 in Uncategorized

 

2 responses to “Tiara Jadilah Valentine Ku

  1. jayanti

    Februari 16, 2012 at 12:00 am

    Wah, bagus bgt critanya.. Sngat menyentuh hati… The best for durge…

     
  2. Someone

    Maret 5, 2012 at 4:16 pm

    wow cool
    bisa jadi cerita di blog ini🙂 gud luck

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: